Blog EntryHikmah Reuni Lulusan 42 Tahun Lalu …May 12, '08 11:22 AM
for everyone
Sejak pagi tadi aku di rumah Ibuku di Jalan Pajajaran, bantu-bantu beliau menjamu teman2 SMEA-nya. Acara reuni atau kangen-kangenan ini hanya dihadiri 15 orang saja, dan keompok yang ini sudah mengadakan acara kumpul-kumpul setiap dua bulan sekali dalam setahun ini. Tentunya, reuni besar lulusan SMEA I Bandung 42 tahun lalu ini pernah diadakan bertahun silam, dan bahkan aku perhatikan pertemuan mereka lumayan berkala.

Yang menarik dalam pertemuan mereka, topik pembicaraannya: tentang anak, cucu dan penyakit yang diderita … hehehe … diselingi candaan yang terkadang “nyerempet2”. Sambil menghidangkan minuman dan menyiapkan makan siang, aku ikut cekikikan.

42 tahun silam mereka pernah melalui kebersamaan sebagai siswa sekolah menengah … dan kini … mereka masih dapat bersilaturahim … apalagi kalau bukan karena berkah Allah semata (diam-diam aku merenungkan … aku bahkan tidak pernah tahu apakah aku akan beroleh kebahagiaan seperti mereka ini kelak). Di antara teman-teman ibuku ini … beberapa diantaranya sudah menjanda, ada yang lumayan sulit hidupnya, ada yang sakit-sakitan, bahkan ada yang belum menikah. Inilah jalan hidup yang dipilih oleh mereka. Di setiap pilihannya, Allah sediakan takdir-Nya.

Aku sendiri melihat ibuku termasuk yang memperoleh berkah Allah. Betapapun sulit dan jumpalitannya hidup yang pernah dilaluinya, sebagai manusia aku menyaksikan ibu sebagai manusia yang dianugerahi kemampuan oleh Allah untuk dapat melalui semua itu dengan sebaik-baiknya sebatas fitrahnya. Sebagai anak, aku sungguh berbahagia karena Allah manjadikan ibuku sebagai manusia yang memperoleh momen kehidupan terbaik untuknya di masa sepuhnya ini. Ia tidak perlu sampai hidup susah secara materi. Ketiga anak-anaknya pun telah mampu ia antarkan sekolah di PTN, hidup merenah dengan keluarga dan keturunan. Mengingat ibuku ini juga mualaf, maka hidayah dan hikmah dalam Islam juga merupakan untaian berkah yang senantiasa kami syukuri.

Pikiranku pun meloncat pada acara keluyuranku dengan abang dan kedua pemudaku di Batununggal pada hari Minggu dua minggu lalu. Saat aku hendak membeli jajanan, tiba-tiba ada yang menepuk bahuku. Ah … rupanya %&*^ teman kuliahku dulu di FH Unpad. Kami sama-sama Angkatan ’86. Setelah menyapa, sambil menunjukkan tumpukan keranjang yang di atasnya terdapat berbungkus-bungkus makanan, dia bilang bahwa dia jualan snack. Akupun membeli jualannya, sekedar ikut melariskan saja.

Sepanjang perjalanan pulang, pikiranku digayuti seribu renungan tentang nasib seseorang. Bayangkan saja, lulusan FH dari PTN kelas 1 ini harus survive dengan jualan snack yang omzetnya bisa kuhitung secara sederhana. Sepanjang yang kutahu … dia juga belum berkeluarga. Sedangkan aku, tidak hanya sudah berkeluarga dan memiliki anak, tetapi juga bekerja dengan penghasilan yang didambakan disamping atribut keduniawian lainnya yang mengiringi kami.

Nuwun sewu … aku menceritakan ini bukan dengan maksud membentangkan persoalan soal keberuntungan atau ketidakberuntungan, tetapi untuk mendidik diriku belajar jernih melihat setiap pemandangan dengan berbagai perspektif.

Menyaksikan beragam keadaan yang harus dijalani teman2 ibuku, ibuku sendiri, temanku, dan diriku sendiri sebenarnya tidak menunjukkan bahwa ibuku dan aku lebih beruntung sedangkan yang lainnya berada pada sisi sebelahnya yang mengenaskan. Tetapi, jauh dari pemikiran takabur semacam itu … sesungguhnya Allah sedang membelalakkan mata batinku untuk senantiasa mensyukuri segala yang telah Allah anugerahkan secara tanpa pamrih ini … mensyukuri semua kenikmatan yang telah Allah gelontorkan terus dalam kehidupanku … hmmm … sungguh, aku akan menjadi hamba yang durhaka apabila tidak mau mengubah segala pandangan kesombongan yang sering menghampiriku … 

Mata kesombonganku mungkin akan menyemangatiku melihat bahwa ibuku lebih beruntung dibanding teman2nya atau aku lebih beruntung dibanding temanku … tetapi justru Sang Mata Kearifan tidak pernah bosan dengan lembut membisikkan … “anugerah apa lagi yang hendak kau pungkiri dan kau dustakan?” … dan semakin dalam aku mengelana pada pemahaman “kuasa dan kehendak” Allah … semakin jauh kutemukan diriku yang tidak ada apa-apanya …

Aku dan rata2 teman kuliahku lulus tahun 1991 … kami reuni besar di awal 2006 … dan kemarin aku bertemu dengan %&*^ berarti baru menjelang 20 tahun. Sedangkan ibuku dan teman-temannya … 42 tahun. Hmmm … apa yang akan terjadi dalam perjalanan menuju waktu yang setara dengan reuni ibuku dengan teman2nya itu? Wallahu’alam bissawab …

Akhirnya, reuni (baca: pertemuan dengan teman lama) dengan temanku menjadi sebuah media perenungan untuk mengingatkanku tentang Yang Awwal … dan reuni ibuku dengan teman-temannya menjadi media untuk mengingatkanku tentang Yang Akhir. Mengingat Yang Awwal, berarti menegurku untuk senantiasa mengingat “kuasa dan kehendak” Allah … bahwa tidak ada yang pantas kusombongkan, karena semua yang kuperoleh dan kunikmati hingga hari ini semata-mata karena qudrat & iradatnya Allah. Dan mengingat Yang Akhir, berarti menggiringku untuk selalu dalam orientasi mencapai ridho Allah, artinya apabila semua yang kuperoleh dan kunikmati ini tidak kugunakan dalam rangka menyenangkan Allah … maka aku tidak akan memperoleh mardhatillah (ridho Allah) di kepulanganku kelak pada Sang Akhir.

 



21 Comments
crazyaboutcats wrote on May 12
wah.... senang yah mbak bisa reunian begini... ayu ajah kangen nih mbak pengen reunian ama teman2 kuliah.. tapi malah diledekin.. kurang lama ngga ketemunya. nunggu kalo punya anak n cucu kata mereka.. supaya bahan ceritanya banyak.... hehehe...
imazahra wrote on May 12
Ihikssssssssss, sedih baca tulisan ini Mba........ huhuhuhu...
TFS, Mba.........
*bercucuran air mata*
rumahqurani wrote on May 12
serius euy.....
mbak, bikin artikel buat rumahqurani dong, -lagi gak punya ide nih aku- hehehehe
diyas wrote on May 12
itulah kuasaNya untuk selalu mengingatkan agar senantiasa bersyukur..
bininiet wrote on May 12
Subhanallah.. masih bisa silaturahim dengan orang2 yang berteman dari 42 tahun yang lalu... Nita malah susah mau ketemu teman yg satu kuliah dari taun lalu...
ratnajanuarita wrote on May 12
wah.... senang yah mbak bisa reunian begini... ayu ajah kangen nih mbak pengen reunian ama teman2 kuliah.. tapi malah diledekin.. kurang lama ngga ketemunya. nunggu kalo punya anak n cucu kata mereka.. supaya bahan ceritanya banyak.... hehehe...
katanya silaturahim itu mengundang berkah ... jadi kalo mau reunian ... gak perlu harus nunggu sampe bangkotan dulu hehehe ... anytime ... just do it :-) kayaknya gitu yu :-)
ratnajanuarita wrote on May 12
Ihikssssssssss, sedih baca tulisan ini Mba........ huhuhuhu...
TFS, Mba.........
*bercucuran air mata*
mbak peluk deh ... :-) baru reuni juga gitu :-DDD
ratnajanuarita wrote on May 12
serius euy.....
mbak, bikin artikel buat rumahqurani dong, -lagi gak punya ide nih aku- hehehehe
wah ... tulisan mbak mah gak level buat rumahqurani atuh neng ... hehe ... ini mah tulisan cemen2 yang tidak qurani hehehe ...
ratnajanuarita wrote on May 12
diyas said
itulah kuasaNya untuk selalu mengingatkan agar senantiasa bersyukur..
alhamdulillah teh ... hikmah itu ternyata Allah taburkan ... tinggal kita mau atau tidak mengambilnya :-) mudah2an Allah memasukkan kita ke dalam golongan yang senantiasa dimampukan-Nya untuk meraih ibrah dari setiap peristiwa ya :-)
ratnajanuarita wrote on May 12
Subhanallah.. masih bisa silaturahim dengan orang2 yang berteman dari 42 tahun yang lalu... Nita malah susah mau ketemu teman yg satu kuliah dari taun lalu...
saya juga belajar banyak dari mereka neng nita ... dan tidak tahu apakah bisa seperti mereka ... insya Allah ya ...
cambai wrote on May 13
bahagia rasanya ketika setiap kali terjadi suatu silaturahim kita mendapatkan hikmah atas silaturahim itu ya mbak...
dian juga kalau udah ketemu temen2 [meskipun baru pisah beberapa tahun]...ntar sharing cerita.. adaaaa aja yang membuat dian tersentak dan minta ampun ke Allah, karena selama ini kurang bersyukur..
makanya tidak heran jika kita juga disarankan menjalin silaturahim ke orang-orang yang baik ya mbak..

makasih sharingnya ya mbak..

mudah2an dian segera bisa silaturahim dengan mbak ratna ya... karena baru lewat MP aja hikmahnya udah dapat.. apalagi kalau bertemu langsung..amin....
pelangibuku wrote on May 13, edited on May 13
kekurangan dan kelebihan itu sebenarnya sama saja.. tidak ada yang berbeda, hanya manusia seringkali memiliki ukuran yang berbeda...kelebihan yang dianggap anugrah bagi seseorang sebenarnya bisa berarti ujian...

buat saya, saya selalu berusaha memperlakukan kelebihan dan kekurangan dengan perasaan yang sama, tidak mudah memang, tapi sedikitnya kita mesti berusaha...

kakek saya almarhum selalu berkata, kalau kamu kuat ketika di coba dengan kekurangan, maka kamu harus kuat juga di coba dengan kelebihan...

semoga kita semua termasuk golongan yang kuat dan senantiasa bersyukur ya mbak... :)
ratnajanuarita wrote on May 13
cambai said
bahagia rasanya ketika setiap kali terjadi suatu silaturahim kita mendapatkan hikmah atas silaturahim itu ya mbak...
dian juga kalau udah ketemu temen2 [meskipun baru pisah beberapa tahun]...ntar sharing cerita.. adaaaa aja yang membuat dian tersentak dan minta ampun ke Allah, karena selama ini kurang bersyukur..
makanya tidak heran jika kita juga disarankan menjalin silaturahim ke orang-orang yang baik ya mbak..

makasih sharingnya ya mbak..

mudah2an dian segera bisa silaturahim dengan mbak ratna ya... karena baru lewat MP aja hikmahnya udah dapat.. apalagi kalau bertemu langsung..amin....
insya Allah ... sepanjang kita mencarinya akan Allah pertemukan kita dengan hikmah itu ... dan insya Allah kelak ada waktunya kita berpelukan ya :-) jaga kesehatan ya dindaku :-)
ratnajanuarita wrote on May 13
kekurangan dan kelebihan itu sebenarnya sama saja.. tidak ada yang berbeda, hanya manusia seringkali memiliki ukuran yang berbeda...kelebihan yang dianggap anugrah bagi seseorang sebenarnya bisa berarti ujian...

buat saya, saya selalu berusaha memperlakukan kelebihan dan kekurangan dengan perasaan yang sama, tidak mudah memang, tapi sedikitnya kita mesti berusaha...

kakek saya almarhum selalu berkata, kalau kamu kuat ketika di coba dengan kekurangan, maka kamu harus kuat juga di coba dengan kelebihan...

semoga kita semua termasuk golongan yang kuat dan senantiasa bersyukur ya mbak... :)
benar adanya mbak pelangi, kekurangan & kelebihan itu semata-mata dalam pandangan manusia saja ... yang membedakan hanya akhlak masing-masing dan penilaiannya pun berada pada kewenangan Allah semata. Rasulullah juga mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersikap biasa-biasa dan tidak berlebihan dalam menyikapi hal apapun, apabila bersedih tidak perlu sampai kelewat bersedih ... apabila bergembira tidak pula mengumbar kegembiraannya ... apabila kita selalu berupaya mengambil ibrah dari setiap peristiwa, insya Allah itu menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan maqam keimanan kita. tidak sedikit orang berhasil melalui ujian kesulitan ... tapi sebaliknya tidak sedikit orang yang gagal melalui ujian kebahagiaan/kesenangan ...

amin Ya Mujibasailin ... semoga kami semua Engkau golongkan sebagai hamba-Mu yang selalu bersabar dan bersyukur ...
dolphinscry wrote on May 13
angkatan '86? jauh y mbak hihihi...
ratnajanuarita wrote on May 14
angkatan '86? jauh y mbak hihihi...
masak sih? jangan bilang jauh atuh neng ... kan saya jadi merasa makin tuwir hehehe ... padahal emang sudah tua ya :-DDDDD
nellylesky wrote on May 15, edited on May 15
saya panggil Mbak saja ya:)
Bukan untuk menurunkan rasa hormat saya tetapi lebih kepada rasa ingin lebih dekat kepada Mbak Ratna , mudah-mudahan Mbak berkenan.

Untuk tulisan Mbak ini, saya tersentuh dan trenyuh sekali.
Cukup menjadi media perenungan saya.
Terima kasih banyak sudah sharing dan mau berteman dengan saya ya, Mbak.
Comment deleted at the request of the author.
ratnajanuarita wrote on May 15
saya panggil Mbak saja ya:)
Bukan untuk menurunkan rasa hormat saya tetapi lebih kepada rasa ingin lebih dekat kepada Mbak Ratna , mudah-mudahan Mbak berkenan.

Untuk tulisan Mbak ini, saya tersentuh dan trenyuh sekali.
Cukup menjadi media perenungan saya.
Terima kasih banyak sudah sharing dan mau berteman dengan saya ya, Mbak.
makasih untuk "panggilan mesra"-nya :-)

alhamdulillah ... itu saja yang bisa mbak sampaikan apabila semua tulisan di sini dapat menyentuh hati teman2 semua di sini ... tujuan mbak bukan untuk menggurui, semata-mata untuk menegur diri sendiri ... tapi daripada kena tegurnya sendirian mendingan di-share di sini biar ada temennya ... paling tidak, kan jadi ada yang "ngusap2 punggung mbak" kalo mbak sedang kesal ... atau ada yang "peluk mbak" kalo mbak sedang heartbreak ... atau ada yang "duduk dengerin mbak" kalo mbak sedang ngomel ... gitu mbak nelly :-) ... kalo sampe ada yang menjadikannya sebagai bahan renungan bagi dirinya, wahh ... bagi mbak itu adalah berkah-Nya ... kata guru mbak, berkah itu artinya manfaat plus, artinya, tulisan mbak yang tujuannya untuk diri sendiri ... eh kok ada manfaatnya juga buat yang baca ... alhamdulillah ... yang membuatnya demikian, pasti hanya Allah saja :-)

makasih juga sudah mau berteman dengan mbak, nel ... semoga Allah senantiasa memberkahi silaturahim melalui MP ini ... kalo pulang ke tanah air ... dan ke bandung ... awas ... mbak gak boleh dilewat ya? janji lho!!! *peluk* sukses studinya ya :-)

bundel wrote on May 23
Terima kasih teteh telah membantu sesama muslimah mengingatkan betapa sesungguhnya banyak orang yang beruntung tapi tidak menyadari keberuntungannya. Semoga Allah memberkahi teteh selamanya.
ratnajanuarita wrote on May 23
bundel said
Terima kasih teteh telah membantu sesama muslimah mengingatkan betapa sesungguhnya banyak orang yang beruntung tapi tidak menyadari keberuntungannya. Semoga Allah memberkahi teteh selamanya.
sama-sama mbak julie ... semua hikmah dari Allah semata ... kita dituntut mampu mengambil ibrah dari setiap peristiwa kehidupan ini :-) ... semoga Allah memberkahi mbak julie juga ... :-) syukran jazilan ...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help