Blog EntryAnak “Nakal” vs Anak “Pinter”May 4, '08 12:39 AM
for everyone

http://fakultasluarkampus.net/?p=105

12 April, 2008 | Author: Uwes Anis Chaeruman

Anak “Nakal” vs Anak “Pinter”

 
Sabtu, 12 April 2008. Obrolan ringan bersama dengan teman-teman Save the Children di Lobby Hotel Naggroe, NAD.

Dalam sela-sela perbincangan tentang pelaksanaan PAKEM (active learning) bagi guru-guru di Aceh, kami memperbicangkan perbedaan antara anak “nakal” dengan anak “pinter” (dalam tanda petik). Maaf, ini hanya gurauan lho! Jangan tersinggung. Keismpulan kami dari hasil perbincangan itu adalah bahwa anak yang dalam tanda petik “nakal” adalah sebenarnya anak pintar. Sementara anak yang dalam tanda petik “pintar” sebenarnya adalah anak yang pandai menghapal dan penurut. Nah, lha….!

Coba kita lihat, teman-teman sekolah kita dulu yang nilainya pas-pasan, nakal, justeru lebih berhasil dalam hidup dan bekerja, ketimbang mereka yang dulunya juara kelas. Mereka yang juara kelas, paling banter jadi pekerja yang baik. Sementara yang nakal paling pahit jadi “preman”, uangnya tetep banyak. Jika ia jadi pengusaha, biasanya adalah pengusaha yang baik. Jika jadi pemimpin, mereka adalah pemimpin yang sukses. Maaf, sekali lagi ini kelakar, terlepas dari masalah moral baik atau buruk.

Inti dari perbincangan ini adalah penting sekali, di sekolah, para guru mulai memikirkan upaya memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada anak/siswa untuk mengalami persitiwa belajar (melihat, mendengar, merasa, mencoba, melakukan, memecahkan masalah, berinteraksi sosial / berkolaborasi, mengekspresikan ide, mengkomunikasikan ide dan hasil de el el). Dengan demikian, akan lebih banyak terlatih untuk berpikir kritis dan sistemik, terlatih untuk memecahkan masalah, terlatih untuk bekerjasama atau berkolaborasi, terlatih untuk terbuka dan saling menghargai ide, dan laini-lain. Inilah yang dinamakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi siswa (student-centered learning). Fakta nyata menunjukkan bahwa anak yang sejak di sekolah lebih banyak mengalami peristiwa belajar, katakanlah mereka yang terbiasa menjadi ketua kelas, terbiasa ikut serta dalam kegiatan Pramuka, Paskibra, atau klub-klub lain, ketika menjadi dewasa cenderung lebih berhasil dalam masyarakat. Anda boleh percaya atau tidak.

Anak, yang saya katakan “nakal”, seklai lagi dalam tanda petik, seperti dijelaskan di atas adalah sebenarnya anak-anak yang potensial yang berusaha mencari pengalaman belajar yang tidak ia terima atau temukan dalam kelas. Kenapa, karena dalam kelas mereka hanya datang, duduk, dengar dan catat apa yang disampaikan guru sebagai modal nanti untuk menjawab soal ujian. Inilah yang menjadi permasalahan kita bersama, termasuk kami bersama Save the Children yang sedang menyusun pedoman pembelajaran aktif yang intinya adalah ingin mengajak guru dan pendidik semua berpindah dari pola pembelajaran lama yang masih berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berorientasi siswa, yaitu pembelajaran yang menurut istilah Depdiknas disebut sebagai pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan juga menyenangkan (PAKEM). :)

Semoga berjalan dan berhasil dengan baik, demi anak negeri yang masa depannya ada di tangan kita sekarang ini! MERDEKA!

Viewed 1848 times by 244 viewers


Semoga bermanfaat ...



20 Comments
ceumimin wrote on May 4
Bener teh,..
Hi hi hi hi sok ngaku lah abdi kapungkur bandel pisan,...
Antukna ...

Wah, kasihan kalau gitu anak2 ku di pacu banget untuk sama dgn yang lain dlm masalah nilai...
Karena males, nah kalau ini lain cerita ya teh....
diyas wrote on May 4
saya termasuk anak nakal kitu? he he he he
ratnajanuarita wrote on May 4
Bener teh,..
Hi hi hi hi sok ngaku lah abdi kapungkur bandel pisan,...
Antukna ...

Wah, kasihan kalau gitu anak2 ku di pacu banget untuk sama dgn yang lain dlm masalah nilai...
Karena males, nah kalau ini lain cerita ya teh....
hehehe ... janten nostalgia nya :-)
ratnajanuarita wrote on May 4
diyas said
saya termasuk anak nakal kitu? he he he he
mmm ... kalo dari wajahnya mah ... sigana lungguh bin kalem :-D
diyas wrote on May 4
ha ha ha gubraaaaag...lungguh dan kalem teh mun keur tidur..
teman nyata dan dunia maya juga tau semua, sesungguhnya kalau saya mah ramee ha ha ha
ratnajanuarita wrote on May 4
diyas said
ha ha ha gubraaaaag...lungguh dan kalem teh mun keur tidur..
teman nyata dan dunia maya juga tau semua, sesungguhnya kalau saya mah ramee ha ha ha
atuh teh dina teh kedahna ngaos komen ti abdi teh ngaggo kaca (cermin) ... hartos na teh nya eta tea ... hihihihihi ...

kumaha nagasaki ayeuna tos rada haneut? usum naon ayeuna?
sophiazahra wrote on May 4
Makasih dah share...buat bekal saya nanti membesarkan anak yang kayaknya super aktif jadi harus siap2 nih
bundakirana wrote on May 5
Kalau Reza nakal bukan ya, hihihi.. Kirana kalo udah pusing sama adeknya, selalu bilang, "Mama, ayo telpon Nanny 911" Tau kan Mbak? Itu loh acara di Metro TV ttg Nanny yg bisa menaklukkan anak2 bermasalah :))))
ratnajanuarita wrote on May 6
Makasih dah share...buat bekal saya nanti membesarkan anak yang kayaknya super aktif jadi harus siap2 nih
sama2 ... kita memang senantiasa belajar jadi ibu ... sepanjang masa :-)
ratnajanuarita wrote on May 6
Kalau Reza nakal bukan ya, hihihi.. Kirana kalo udah pusing sama adeknya, selalu bilang, "Mama, ayo telpon Nanny 911" Tau kan Mbak? Itu loh acara di Metro TV ttg Nanny yg bisa menaklukkan anak2 bermasalah :))))
wah ... mbak kan advocate-nya reza ... jadi gak terima tuh kalo si chubby ini dibilang nakal :-( kalo anak laki tidak memiliki keisengan/kejahilan ... mungkin harus kita waspadai kali ya :-D

iya kita juga suka nonton nanny 911 itu ... suka ketawa2 melihat kelakuan2 ekstrim dalam sebuah keluarga. alhamdulillah di rumah sih anak2 gak pernah sampe begitu ... kalo nakal, berantem, jahil, malas, melawan, dll ... kan itu bagian dari proses "menjadi" nya mereka, dan melalu proses mereka itu kita juga berproses menjadi ibu/ortu yang lebih dewasa dan bijak ... insya Allah demikian :-)

rezaaaaaa ... good boy-nya bude ... main ke sini aja sama bang afif & bang zaki ....
namakulayla wrote on May 9
hmmm....
*garuk kepala yang gak gatel, lalu cengir

Mbak....
adjeng ya, kalo lagi pushing sama kelakuan Chemy, kadang suka sebeeel banget. Pengen gimanaaa...gitu.
Satu-satunya rem yang efektif itu adalah: "Ya Alloooh....ampuuun....I've been worst then him....dulu kayaknya ibu lebih payah deh ngasuh adj yang bandeeeelllll"
seketika kakeuheul lenyap!!
rumaos kulaaaan.....
qiqiqiqiqiiii.....
ratnajanuarita wrote on May 10
:-DDDDDD
seputarwida wrote on May 15
aku anak nakal dalam tanda petik... atau anak pinter??/ ;)
ratnajanuarita wrote on May 15
aku anak nakal dalam tanda petik... atau anak pinter??/ ;)
anak shaleh :-)
seputarwida wrote on May 15
anak shaleh :-)
anaknya pak shaleh ??? kekekek....
ratnajanuarita wrote on May 15
anaknya pak shaleh ??? kekekek....
mudah2an anak bu shaleh juga :-DDDDD
utara19 wrote on May 29
he...he..he..

dulu disekolah mulai dari SD sampai lulus STM saya sangat nakal,
biasanya sih disekolah dan dikelas, pokoknya ada aja deh yang saya buat ulah kecuali bolos dan merokok tentunya,

tapi sekarang saat ini saya masih operator warnet nih bu :D
ratnajanuarita wrote on May 29
utara19 said
tapi sekarang saat ini saya masih operator warnet nih bu :D
hebat dong ... sebentar lagi slot2 ruang komputernya pasti nambah :-)
balqmunk wrote on May 30
dulu temen2, juga guru2 saya nyebut saya anak nakal...
tapi alhamdulillah, sering tiga besar di kelas...
ratnajanuarita wrote on May 31
dulu temen2, juga guru2 saya nyebut saya anak nakal...
tapi alhamdulillah, sering tiga besar di kelas...
saya mah tidak nakal jadi tidak tiga besar :-D
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help