Blog EntryHypnoteachingMay 3, '08 11:53 PM
for everyone

Hypnoteaching

Intro … (gak penting sih … tapi pengen aja sekedar cerita  :-D)

Pk 06.30 kemarin sesaat usai merenah parkir di kampus tamansari, aku melihat spanduk di depan aula kampus kami bertuliskan: Seminar “hypnoteaching” … mmmm hypno apalagi ini? Kayaknya menarik juga … apalagi htm-nya cuma 100rb, I think it is OK dengan 2 pembicara yang salah satunya Adhi Susilo. Setahuku namanya memang telah menjadi semacam ikon untuk tema per-hypno-an dan NPL di Indonesia. Paling tidak, itu yang pernah kudengar dari cerita suamiku yang meski ia berlatarbelakang fisika, tapi wawasan pengetahuannya selalu saja mengagumkan istrinya ini hehe …

Acara teragenda di spanduk akan berlangsung mulai 08.00-12.00 … mmm … kuliahku akan berakhir hingga 08.10 setelah itu aku tidak ada janji dengan siapa2 … artinya aku masih mungkin untuk join seminar itu aku telpon Abang dulu, sekedar untuk izin dan info rencanaku ini … setelah ada exit permit … aku pun masuk kelas dengan girang …

Usai mengajar kelas Hukum Pidana Ekonomi, yang pagi itu terasa menyenangkan, akupun masuk dalam antrian di muka meja registrasi … here I am … motivasi utama-nya sih … selain karena pengen tahu lebih jauh … siapa tahu diajarin teknik menghipnotis … hmmm … sehingga aku bisa melakukan encouraging teaching ke kedua pemuda ABG-ku di rumah … mudah2an saja ya. Tapi sebentar … setelah dicermati lebih lanjut rupanya seminar ini ditujukan untuk guru-guru SD-SMP … kulihat aku “aneh” sendiri kali ya … peserta yang muncul go show aja on the spot hehe … tidak seperti mereka yang sudah dapat flyer terlebih dahulu beberapa waktu sebelumnya … dan aku juga baru tahu bahwa penyelenggaranya bukan dari pihak kampus, tapi dari sebuah biro psikologi (yang di dalamnya berelemen temen2 kampus kami). Well … that’s OK … baiklah … aku datang sebagai ibu dari dua anak laki2 abg aja deh … kalo sebagai dosen FH bakal lumayan tidak nyambung … sebagai dosen mah, aku gak yakin bisa ber-hypno ria menghadapi mahasiswa yang seringkali ya ammmpuuuuun … :-D

Hypnoteaching

Pembicara pertama adalah Ibu Frieda, seorang psikolog. Materinya berjudul: “Memahami Perkembangan Anak sebagai Individu Pembelajar” …

Walau materi semacam itu sudah beberapa kali kubaca dari berbagai sumber bertema parenting lainnya ataupun diskusi dengan temen2 psikolog, tapi sangat bermanfaaat sebagai reminder penggugah semangat, introspeksi diri dan solusi untuk memperbaikinya.

Di antaranya yang menarik dari slides beliau adalah:

  • Tayangan tentang perbandingan otak dari dua kelompok tikus: kelompok pertama tidak diberikan treatment apa2, sedangkan kelompok kedua diberikan treatment dibacakan cerita. Nah yang menarik adalah hasilnya. Dari scan otaknya, kelompok pertama tidak mengalami perubahan apa2. Tetapi para peneliti terkejut dengan hasil scan otak para tikus di kelompok kedua, ada perubahan warna kemerahan yang menandakan adanya perkembangan, dan menghasilkan keseimbangan antara otak kiri dan kanan. Subhanallah! Padahal para tikus percobaan itu kan tidak ngerti cerita yang dibacakan … kata kita lho … tapi wallahu’alam bissawab … siapa tahu mereka sebetulnya mengerti dan menikmati dongeng yang dibacakan para peneliti itu ya?

v      Ini mengingatkanku pada hal yang sedang kuhidupkan kembali belakangan ini … yaitu membacakan cerita kepada kedua pemuda ABG-ku menjelang tidurnya. Beberapa bulan lalu, aku mulai membacakan kembali dongeng menjelang tidur. Tidak rutin, karena ibunya ini lumayan hiperaktif, jadi kalo sudah kelelahan seharian ya paling nemenin mereka tidur sebentar (atau ketiduran sampai pagi haha). Eh rupanya mereka seneng … gak ngira … dan mereka juga jadi lebih sering banyak nanya (seperti dulu ketika banyak vocab yang belum mereka tahu) … akhirnya kalo dibacakan dongeng malah jadi lebih larut tidurnya haha …

v      Bottomline-nya, membacakan dongeng sebelum tidur itu memang encouraging. Menurut Ibu Frieda yang masih cukup muda ini, yang penting adalah sebelum tidur dan ketika bangun. Kalo gitu, aku akan lebih telaten mendongeng kembali J

  • Nah saat Ibu Frieda ini membahas tentang tahap dan tugas perkembangan anak – remaja, lumayan membuatku introspeksi nih J. Menurut beliau, pada masa remaja ini … anak sedang mengalami gejolak pubertas, dia mengalami stress yang dia mencoba sendiri penentramnya. Kira-kira begitulah intinya. Apabila kita sebagai ortu tidak cermat mendampingi masa stressnya ini, maka dia akan menentramkan dirinya dengan cara yang mungkin tidak kita duga sekaligus tidak dikehendaki.

v      Dalam beberapa bulan ini aku sedang korslet terus dengan si sulung … aku juga terkadang terbengong-bengong sendiri, rasanya mati gaya, gak tau harus gimana jadi ibu dari abg. Tapi ya semua itu kan proses belajar dan belajar. Yang menjadi manusia pembelajar kan bukan hanya anak-anak atau mereka yang sedang sekolah, tetapi kita (khususnya aku yang berbakat telmi ini) terus belajar menjadi ibu. Pengalaman menjadi ibu memang sudah lebih dari 13 tahun, tetapi menjadi ibu dari abg kan baru sekarang … hehe … sesuai dengan perkembangan anaknya. Mudah2an aja aku mampu menjadi sahabat yang baik bagi si abang kecil ini ya J

Pembicara kedua adalah Bapak Adhi Susilo. Dari tayangan slide beliau yang menampilkan profesi dan kesibukan beliau, terbukti-lah bahwa beliau sudah lumayan malang melintang di dunia sekitar NLP (Neuro Libguistic Programming) dan per-hypno-an.

Sebagai orang yang berprofesi juga sebagai ‘pengamen’ di seminar atau kantor2 (public speaker) hehe …, saya kok rada gak setuju dengan sesi penayangan ini. Ups maaf ini benar2 pendapat pribadi. Bagi saya, promo diri cukup dengan CV, tidak perlu sampai ditayangkan dalam slide. Apalagi kita sendiri yang ngomongin … kayaknya ada yang tidak pas gitu … kan lebih elegan apabila yang menceritakan bahkan memuji-muji pekerjaan kita itu orang lain … misalnya moderator yang membacakan CV kita … sudah lebih dari cukup, belum lagi kan biasanya untuk presentasi professional kita mencantumkan gelar akademik kita … (tapi kalo isi materi pengajian ibu2 di masjid mah saya gak pake gelar-gelaran walaupun pake power point slides, gak penting dan terkadang 3 gelar di belakang namaku malah menciptakan jarak dengan para ibu2). Tapi ya sekali lagi itu pendapat pribadi saja.

Oya …aku membayangkan materi “hypno” ini akan berisi teknik atau trik tertentu untuk menghipnotis … tapi … secara umum … banyak yang sudah di dapat dari berbagai buku di rumah, terutama buku2 untuk melejitkan diri yang banyak diterbitkan oleh penerbit kaifa-mizan. To be frank, rada kecewa. Mungkin ekspektasiku terlalu tinggi. Salah sendiri hehe. Tapi rupanya, dari berbagai pertanyaan yang muncul dan respon beberapa ibu guru, merasakan hal yang sama. Bahkan ketika salah seorang ibu bertanya, teknik hypno apa yang dilakukan oleh Pak Adhi saat menterapi anaknya yang kecanduan game PS sampai mengalami gangguan syaraf dan mengalami masa trauma tidak mau sekolah. Jawabannya, mmm … gimana yak ok tidak seheboh yang kubayangkan. Atau mungkin aku memang kelewat berekspektasi padahal metode hypno itu ya tidak seheboh yang dibayangkan. Salah seorang peserta, yang juga sepupuku (ketemu by good coincidence di situ) bilang, “dikirain, ada teknik hipnotis gimana gitu untuk menghadapi murid bandel di kelas, atau murid bermasalah, dllsb.”

Tapi baiklah … kira-kira ini inti yang mampu kupahami tentang ‘hypno’ itu:

  • Kita perlu mengenali anak didik kita termasuk yang berkarakter Visual, Auditorial, atau Kinestetik.
  • Ketika hendak mensugesti (hipnotis) anak, perlu dipersiapkan suasananya. Siap atau tidak, baik si anak maupun kitanya. Kalo lagi sama2 ngambek, ya hipnotisnya bakal buyar. (kalo dari buku parenting yang pernah saya baca mah, kita buat “time-out” dulu sampe kita sama2 siap.

Secara aggregate, seminar ini cukup bagus. Sekalipun rada kecewa, tapi aku selalu coba lihat the bright side-nya … yang pasti, seminar dengan dua pembicara yang dinilai ahli di bidangnya ini telah memberikan semacam penguatan diri terhadap berbagai hal yang sudah dan akan kuupayakan dalam proses belajar menjadi ibu yang baik bagi kedua anak mudaku. Menjadi ibu adalah bermakna dalam, yaitu sebagai abdi Allah yang sedang menjalankan amanah-Nya sebagai seorang ibu bagi dua anak lelaki yang sedang berangkat remaja. Semoga Allah senantiasa membukakan pintu-pintu pemahaman dan wawasan yang seluas-luasnya bagi-ku dan saudara-saudaraku kaum ibu, dalam menjalankan amanah mulia ini.


 

 




11 Comments
diyas wrote on May 3
TFS.. lumayan jadi rada ngerti nih.. he he he
evidakartini wrote on May 4
waaah, makasih banget Mba Ratna untuk sharing ini. kebetulan juga nih anakku yang paling gede biar masih kecil juga udah mulai susah diatur, alamaaakkkk jadi stress sendiri deh kalo dianya cuek sama perintah dan nasehat kita...

tfs ya Mba Ratna sayang!
ratnajanuarita wrote on May 4
diyas said
TFS.. lumayan jadi rada ngerti nih.. he he he
aih ... padahal saya mah curhat nih teh ... maksudnya ngerti dengan kekecewaan saya hehehe ... pastinya urusan menjadi ibu dan perhypnoan tadi nya :-)
ratnajanuarita wrote on May 4
waaah, makasih banget Mba Ratna untuk sharing ini. kebetulan juga nih anakku yang paling gede biar masih kecil juga udah mulai susah diatur, alamaaakkkk jadi stress sendiri deh kalo dianya cuek sama perintah dan nasehat kita...

tfs ya Mba Ratna sayang!
hehe ... kirain kalo punya gadis kecil malah jadi sobat ibunya :-D ya ... memang jadi seorang ibu itu bukan sekedar fitrah ya tapi perjuangan tersendiri :-)
cambai wrote on May 4
jadi inget komen mama dian mbak..mengenai ibu jaman sekarang... karena tehnologi dan informasi makin canggih..maka upaya mendapatkan input pun beraneka ragam ya mbak.. ampe dari seminarpun ada..hehehe..
bener banget kalau gitu kata Ali bin Abi Thalib ra. bahwa "didiklah dan persiapkanlah anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu".
makanya para ibu jadi makin canggih ya.. ^_^..
mudah2an Dian bisa ya.. amin....
ceumimin wrote on May 4
Janten aya rencang curhat nyak teh..
Kebetulan punya anak dah gedhe namun belum siap psikisnya sampai bingung ini teh dah baligh apa belum, bolak balik ditanya " A, dah mimpi basah belum" dia malah balik nanya"mimpi basah itu apa mah", "Ya keluar cairan dari kelamin Aa pas bangun dari mimpi'.(Ma'af rada vulgar)..

Terus dia mikir, lalu jawab "Pernah!!"
Haaaaa, "Cair apa kental??"
"Pipis gitu mah"..
"Yaaaaaaaaaaaah itu mah ngompol, Aa kedinginan!!" he he he

Makasih teh Curhatannya, manfa'at banget, selama ini kita harus ekstra banget sama ABG kita, Dan mohon do'a semoga bisa menjaga amanah ini.
ratnajanuarita wrote on May 4
cambai said
"didiklah dan persiapkanlah anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu".
betul sekali dian ... insya Allah kita harus terus menyelaraskan diri dengan segala perubahan zaman, kalo tidak ya teralienasi :-)

gimana kabar dian ... sehat kan kondisi "nya"?
ratnajanuarita wrote on May 4
" A, dah mimpi basah belum"
hehe ... sama teh ... saya juga dibilang, "bunda teh cerewet amat sih" itu geura ... budak ayeuna mah ...
tapi dia sudah ngerti apa itu mimpi basah dan apa itu cairan istimewa penanda kedewasaan teh ... dia kan sekolah Islam dari TK, jadi sudah belajar yang beginian ada dalam mata pelajaran fiqh, bahkan thaharah dari junub pun dia sudah tahu hehehe ... yang shock waktu setahun lalu mungkin, adiknya tanya, "bunda sperma teh kayak apa emangnya?" ibuna teh melongo tidak menjawab ... tapi setelah kesadarannya kembali ... mencoba mencerna pertanyaannya: dia nanya seperti apa? ... hhhhh ... meni hese kieu atuh? ... tapi bismillah aja ... saya jawab pelan2, itu lho de ... bentuknya cairan seperti lem untuk ade kalo bikin lipet2 kertas ... eh ... gak brenti ... setelah membayangkan mungkin, dia komen gini, "jadi yang kayak gitu keluar dari #@*&% ade?" ... Ya Allah ... saya cuma bisa mengangguk dengan wajah ngeri kali ya ... takut ditanya yang lebih susah lagi ... "ih masak sih?" ... nah selanjutnya mah alhamdulillah lebih mudah ... dengan bantuan materi fiqh dari sekolah dan dibantuan ku bapa na :-D walau dia mungkin masih gak ngeh ... tapi dia tahu bahwa suatu saat nanti (insya Allah) dia akan mengalami masa itu, seperti khitan ... yang merupakan salah satu tahapan dalam kehidupan dia ...

insya Allah ... kita terus mengasah diri :-)
ceumimin wrote on May 4
Amin Ya Robb..
Nuhun sharing na..
Nuhun pisan..
Mugia Allah SWT ngabales seueur..
ratnajanuarita wrote on May 4
Amin Ya Robb..
Nuhun sharing na..
Nuhun pisan..
Mugia Allah SWT ngabales seueur..
amin Ya Mujibasailin ... sami-sami urang diajar sareng ...
cambai wrote on May 4
gimana kabar dian ... sehat kan kondisi "nya"?
alhamdulillah sehat mbak... sedang menikmati masa-masa "sulit"nya..hehehe....
insyaAllah "mereka" juga sehat... ^_^..
belum berani publish mbak...
entar deh...jika udah pede..hihihi...

thanks for asking ya mbak.. .
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help