Blog EntryAdab BerlalulintasApr 3, '08 9:51 AM
for everyone

Dari berbagai aspek kehidupan masyarakat Jepang yang telah mengesankan saya selama seminggu, ada satu aspek menarik yang menampilkan kesantunan berlalulintas.

Jujur, saya ini terkadang menjadi penyupir yang rada brengsek juga. Misalnya, menyela antrian di belokan, tidak memberi jalan kepada kendaraan yang mau belok padahal sudah kasih lampu sign, tancap gas di zebra cross, mengomel dan menggerutu dan aksesoris kejelekan lainnya. Untungnya sesekali aja, tapi tetap memalukan dan tidak dapat dimaafkan mengingat berbagai atribut formil yang sudah kusandang … duh … pengakuan dosa nih JJ mudah-mudahan jadi insyaf

Seminggu udar-ider (wira-wiri) naik mobil, memberi pelajaran besar bagi saya. Semua kesan yang saya dapat cukup membuat hati saya malu, paling tidak pada diri sendiri.

Ada peraturan tidak tertulis, apabila kita mau belok kanan atau kiri, kita kan lazimnya beri sign dulu ya. Nah yang di belakang, PASTI ngasih kita nganan. Adab tersebut harus kita balas dengan menyalakan lampu hazard (yang lambangnya segitiga merah itu lho) sampai si lampu itu kedip 3 kali, artinya “arigato” (terima kasih). Duh Tuhan … ini mengingatkan saya yang kadang pura-pura gak tau kalo kendaraan di depan mau belok, saya tancap saja. Padahal saya ngaku agamanya Islam.

Kalau jalanan macet, tidak terlihat kendaraan yang paheula-heula (saling mendahului) … semua tertib antri dan menjaga jarak yang layak. Menurut Bu Konon, mereka lebih baik diam dan mengantri, tidak menyalakan klakson dan mendahului. Padahal saya begitu mudahnya pencet klakson … apalagi kalo sedang PMS, semuanya di jalanan salah semua. Hehe.

Setiap ada zebra cross di intersection, pejalan kaki-nya tertib diam di tempat selama lampu bergambar pejalan kaki masih merah dan kendaraan terus melaju. Para pejalan kaki akan berbondong-bondong kompak saat lampu tadi berwarna hijau dan kendaraan berhenti. Saya teringat saat di OZ bertahun silam. Di setiap zebra cross, walaupun tidak ada lampu merahnya, setiap kendaraan akan langsung berhenti apabila melihat di sisi jalan ada orang mau nyebrang. Kendaraan ini akan sabar menanti si penyebrang melintasi area bergaris putih itu hingga ke ujung sisi jalan lainnya, sekalipun penyebrang itu nenek-nenek tua renta. Subhanallah … inilah keindahan akhlak yang seringkali saya temui setiap mengunjungi negara lain yang justru mayoritas non-muslim.

Mudah-mudahan kenangan ini menjadi turbin penggerak akhlak yang baik, paling tidak, bagi saya pribadi.




30 Comments
mmamir38 wrote on Apr 3, edited on Apr 3
Jadi mereka lebih beradab daripada yang ngakunya memiliki Pancasila ya?
He he he!
sudjanamihardja wrote on Apr 3

sebaliknya dengan di paris, pertama kali saya membawa kendaraan di paris.... satu bencana.
1. di parsimpangan, perampat, pertigaan atau bundaran kalau kita nunggu maka akan nunggu sampe akhir jaman.
seahrusnya masuk azza, semilimeter semilimeter masuk, jangan nunggu!
2. mo nyebrang jalan jangan juga nunggu tak akan ada yang berhenti.
jalan azza jangan lihat kiri kanan, mereka akan injak rem koq.
3. parkir, bisa2 ada saja yang mendorong kendaraan kita kesana kemari, tergantung kemana arah mereka perlukan tempat.
4. "aduan" seidkit, tak apa2 sampai jumpa lagi, lain sekali di jerman, tersentuh sedikit azza musti keluar, lihat ada apanya di kendaraan mereka, atau di kita punya.

itu azza yang inget sech.
ratnajanuarita wrote on Apr 3
Jadi mereka lebih beradab daripada yang ngakunya memiliki Pancasila ya?
He he he!
yang saya perhatikan, mereka itu memegang teguh nilai-nilai ketimuran ... sebetulnya tidak berbeda jauh dengan kita pak ... hanya saja ... mereka tidak tercerabut dari akar ketimurannya itu ... sudah menjadi darah tidak hanya dalam raga tapi juga jiwanya. mereka gak perlu diatur-atur lagi soal taat dan tertib.
ratnajanuarita wrote on Apr 3

sebaliknya dengan di paris, pertama kali saya membawa kendaraan di paris.... satu bencana.
1. di parsimpangan, perampat, pertigaan atau bundaran kalau kita nunggu maka akan nunggu sampe akhir jaman.
seahrusnya masuk azza, semilimeter semilimeter masuk, jangan nunggu!
2. mo nyebrang jalan jangan juga nunggu tak akan ada yang berhenti.
jalan azza jangan lihat kiri kanan, mereka akan injak rem koq.
3. parkir, bisa2 ada saja yang mendorong kendaraan kita kesana kemari, tergantung kemana arah mereka perlukan tempat.
4. "aduan" seidkit, tak apa2 sampai jumpa lagi, lain sekali di jerman, tersentuh sedikit azza musti keluar, lihat ada apanya di kendaraan mereka, atau di kita punya.

itu azza yang inget sech.
wah asyik itu pak ... bisa jadi petualangan tersendiri :-) mudah-mudahan Allah izinkan saya untuk menginjakkan kaki di jerman satu hari nanti :-)
sudjanamihardja wrote on Apr 3
wah asyik itu pak ... bisa jadi petualangan tersendiri :-) mudah-mudahan Allah izinkan saya untuk menginjakkan kaki di jerman satu hari nanti :-)

insya Allah!

saya juga pengen nginjakkin kaki ini di timur sana.

ratnajanuarita wrote on Apr 3

insya Allah!

saya juga pengen nginjakkin kaki ini di timur sana.

Amin Ya Mujibasailin ...
deniborin wrote on Apr 3
takut sama polisi??
rumahqurani wrote on Apr 3
Keren ya, aku juga senang dengan kedisiplinan mereka. Well, itulah tragisnya, mereka mengakui bahwa keteraturan itu perlu, dan mereka juga ngerti bahwa adanya keteraturan itu pasti karena ada yang mengatur

tapi untuk mengakui bahwa ada yang Maha Mengatur, kebanyakan teman-temanku yang org Luar -ehm memang gaulnya aku buruk ya- Sulit sekali boow, kebanyakan mereka atheis -its ok sih, aku tak keberatan, cuma miris doang hehehe-

yah mungkin itu kompensasinya
rumahqurani wrote on Apr 3
btw mbak ratna di Jep-jep sampe kapse?
lagi tugas ya mbak? Foto-fotonya mau dong (aku senang foto sakura, dan rumah jepang) lumayan buat referensi kalo ngegambar hehehe

Thanks
salam buat mas dan anak-anak
bundakirana wrote on Apr 3
dididiknya sjk kecil sih..
sy pernah lihat di jln sepi, sempit, ibu guru dan anak2 tk diam menunggu sampai lampu hijau, baru nyeberng..pdhl sama sekali ga ada kendaraan yg melintas
karelkemal wrote on Apr 3
emang hanya orang Indo lah yg tahan banting dlm berlalulintas, maksudnya saling banting membanting.... kayaknya dosa kita di jalan raya banyak bgt : dr sumpah serapah dll.... aaaahhhhh kalo dipikirin ni negara bikin frustasi hehehehehe [di compare dgn negara orang yahhh]
nanibr wrote on Apr 4
duh mba ratna..... jangan lagi bandel2 ya... takut kalo ketemu dijalan aku 'semprot'... lho gak taunya mbak Ratna... he he...
ratnajanuarita wrote on Apr 4
takut sama polisi??
saya gak pernah lihat polisi lalu lintas di sana. polisi juga tidak bawa pestol.
ratnajanuarita wrote on Apr 4
Keren ya, aku juga senang dengan kedisiplinan mereka. Well, itulah tragisnya, mereka mengakui bahwa keteraturan itu perlu, dan mereka juga ngerti bahwa adanya keteraturan itu pasti karena ada yang mengatur

tapi untuk mengakui bahwa ada yang Maha Mengatur, kebanyakan teman-temanku yang org Luar -ehm memang gaulnya aku buruk ya- Sulit sekali boow, kebanyakan mereka atheis -its ok sih, aku tak keberatan, cuma miris doang hehehe-

yah mungkin itu kompensasinya
iya non ... urusan horisontal atau habluminannas-nya memang luar biasa (paling tidak buat saya yang masih suka tidak toleran hehe) kalo soal soal vertikal (habluminallah) itu mah urusan mereka dengan "tuhan" yang sebenar-benarnya.

professor saya di OZ juga begitu. dia kecilnya christian, begitu menikah dia tidak mau lagi terikat dalam lembaga agama. tapi kalo nilai2 universal yang dijunjungnya ... rasanya saya kalah besar :-)

yang pasti, saya belajar tentang akhlak, sekalipun dengan mereka yang atheis :-)
ratnajanuarita wrote on Apr 4
btw mbak ratna di Jep-jep sampe kapse?
lagi tugas ya mbak? Foto-fotonya mau dong (aku senang foto sakura, dan rumah jepang) lumayan buat referensi kalo ngegambar hehehe

Thanks
salam buat mas dan anak-anak
foto2nya belum bisa diupload semua, selain karena rada lama ... juga masih banyak yang bagus2 di kamera temen dan belum ditransfer. insya Allah nanti di upload kalo sudah ngumpul

salam kembali dari abang dan kedua pemuda mbak ... mbak pernah cerita lho ke mereka kalo mba fani ini jagoan gambar :-) mereka itu setiap hari tidak pernah lepas dari buku gambar dan pensilnya.
ratnajanuarita wrote on Apr 4
dididiknya sjk kecil sih..
sy pernah lihat di jln sepi, sempit, ibu guru dan anak2 tk diam menunggu sampai lampu hijau, baru nyeberng..pdhl sama sekali ga ada kendaraan yg melintas
iya ya din ... nampaknya segalanya memang berawal dari rumah. selebihnya nilai2 dari rumah akan berbaur dengan nilai2 di lingkungan seiring dengan waktu :-) terakhir saya baca koran di flight sewaktu pulang, pemerintah jepang sekarang mewajibkan anak2 tk-nya menyanyikan kimigayo secara rutin ... untuk menumbuhkan kembali sikap patriotisme yang mungkin dirasa mulai longgar di kalangan anak mudanya.
ratnajanuarita wrote on Apr 4
emang hanya orang Indo lah yg tahan banting dlm berlalulintas, maksudnya saling banting membanting.... kayaknya dosa kita di jalan raya banyak bgt : dr sumpah serapah dll.... aaaahhhhh kalo dipikirin ni negara bikin frustasi hehehehehe [di compare dgn negara orang yahhh]
asli tih ... :-D kalo bisa nyetir di jakarta, bandung, medan dan kota2 kita yang semrawut lalulintasnya, dijamin lulus ambil sim di negara lain yang lalu lintasnya tertib :-D
ratnajanuarita wrote on Apr 4
nanibr said
duh mba ratna..... jangan lagi bandel2 ya... takut kalo ketemu dijalan aku 'semprot'... lho gak taunya mbak Ratna... he he...
iya nih mbak ... gak kapok2 kena tilang 3 kali di tempat yang sama perempatan buahbatu, tidak boleh belok kiri sebelum pk 9. kalo abis antar anak sekolah suka lupa masuk ke situ. memang jadi kayak kedelai eh keledai saya ini mbak, jatuh ke lobang yang sama hehehe
cikicikicik wrote on Apr 4
subhanalloh...
saya udah lama sering mendengar budaya tertib lalu lintas di jepang...menyimak cerita Mbak Ratna, saya jadi serasa menyaksikan sendiri... thx for sharing all these stories ya Mbak :-)

**kapan ya bisa ajak anak2 ke Jepang??** :-D
ratnajanuarita wrote on Apr 5
**kapan ya bisa ajak anak2 ke Jepang??** :-D
nabung yang banyak nduk ... makan dan penginapan adalah elemen pengeluaran terbesar. kalo mau naik sinkansen juga muahhhallll sekali (antara 10rb-20rb Y untuk sekali jalan) gara2 mahal ini juga, mbak kemarin urung naik sinkansen ,>_<, kalo bawa anak2 ... yang harus didatangi pertama pasti disney :-)
mamahanna wrote on Apr 7
ini nih yg ga ngangenin dari indo...ga kuat ama lalulintas yg ga ada aturan samsek,mo nyebrang di zebra cross malah dimarahin yg bawa mobil,jalan buat 2 mobil bisa desek2an ampe empat mobil.....((
pokoknya kalo di jalan di indo mulut ga pernah berenti komat-kamit ama kaki ikutan 'ngerem' terus ampe pegel sendiri..hehe
itasyam wrote on Apr 7
Bacanya juga jadi ademmmm
sudjanamihardja wrote on Apr 8

pendidikan lalu lintas di jerman.
hari itu saya musti datang ke kindergarten, kerna ada polisi mau datang mengajarkan lalu lintas kepada anak2 yang tahun depan masuk sekolah.
1. kalau jalan bersama orang tua di trotoar itu, si anak musti di sebelah rumah bukan disebelah jalan.
2. setiap ada perubahan warna atau batu dari trotoar harus hati2 kerna kemumkinana ada mobil keluar dari garasi. jadi trotoar itu tidak sama bnetuk dan warnanya ada spesial kalau untuk jalan mobil atau kendaraan lain seperti spedah misalnya. itu semua dijarkan kepada anak2.
3. waktu menyebrang:
a, lihat1 aapakah ada rambu2 lalulintas untuk nyebrang didekat atau tidak ada?
b. kalau tidak ada cari tempat yang dari kedua arah bisa dilihat dengan jelas datanganya kendaraan.
c. tiga batu dari jalan tidak boleh di injak sambil menunggu itu:
c1. lihat kiri, kanan, kiri lagi kalau tidak ada kendaraan datang baru boleh jalan,
c2. tidak boleh lari dan juga tidur atau melamun. mereka bilan nicht träumen nicht rennen.
d1. di jalan itu ada mobil parkir atu tidak ada?
d1a. kalau ada mobil parkir, musti lihat apa ada orang duduk di dalamnya atau tidak?
kerna mumkin mereka mau jalan! atau mundur.
d1b. kalau tidak ada orang21 duduk didalamnya, baru boleh masuk kecelah mobil parkir, nongolkan kepala, lihat kiri, kanan, kiri lagi.
d2c. kalau ada orang duduk, ketuk pintu, tanya atau kasih tahu mau nyebrang.

itu azza dulu yang saya inget.
ratnajanuarita wrote on Apr 11
ni nih yg ga ngangenin dari indo...
bukannya bikin kangen mbak? hihihi ... kan seru2-an ama supir angkot :-D sekarang ditambah dengan bikers yang makin menggila jumlahnya ...
ratnajanuarita wrote on Apr 11
itasyam said
Bacanya juga jadi ademmmm
ayemmmmmm
ratnajanuarita wrote on Apr 11
pendidikan lalu lintas di jerman.
hari itu saya musti datang ke kindergarten, kerna ada polisi mau datang mengajarkan lalu lintas kepada anak2 yang tahun depan masuk sekolah.
di bandung kan ada taman ade irma suryani ... di dalamnya miniatur lalu lintas dan berpuluh tahun silam saya termasuk dalam rombongan anak tk yang dibawa ke sana untuk pengenalan rambu lalu lintas dll., sekarang pun saya lihat tradisi itu masih berjalan ... sayangnya ... sulit sekali menjaga kesinambungan dalam hal kebaikan ... dan inilah nampaknya yang menjadi masalah besar negeri ini :-)
imazahra wrote on Apr 20
Sama banget kek di UK.......
makanya kecelakaan lalu lintas mereka juga rendah, karena semua tertib tib tiiiiiiibbbbbbbbbbbbb!

Aku jadinya yg udah terbiasa dengan lalu lintas di UK, jadi ketakutan setiap kali mo nyebrang di Indonesia, ihiks... terus ortu nyuruh belajar nyetir, sampe hari ini aku gak kuat mental :-( jadi belum belajar or ambil kursus sampe skr :-p
ratnajanuarita wrote on Apr 20
erus ortu nyuruh belajar nyetir, sampe hari ini aku gak kuat mental :-( jadi belum belajar or ambil kursus sampe skr :-p
makanya ma ... kalo orang sudah berani nyetir di jakarta, bandung, medan, surabaya, dan kota2 lainnya di indonesia yang semrawut wut jalannya ... pasti bisa nyetir di OZ, UK, US dan negara tertib lainnya sambil merem lho ... hahahaha ...
indwi wrote on May 1
Duluuuu tahun 2001 saya punya pengalaman yang sangat mengesankan berlalu lintasdi Jepun. Di perempatan jalan yang tidak ada lampu BangJo (abang ijo)nya, para penyupir dengan kesadaran tinggi saling mempersilakan bergantian jalannya, dan tidak numpuk di tengah-tengah prapatannya.
ratnajanuarita wrote on May 2
indwi said
para penyupir dengan kesadaran tinggi saling mempersilakan bergantian jalannya, dan tidak numpuk di tengah-tengah prapatannya.
wah ... kalo di sini mungkin bakal dikira orang aneh kali ya Ind ... hehe ...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help