Selasa 25 Maret lalu, aku dan mbak Ati diajak mengikuti agenda KBRI di Jupiter TV. Stasiun ini mengkhususkan siarannya untuk menjual produk-produk berbagai produsen dari berbagai negara, karenanya di sebut juga shop channel. Selain Jupiter, masih ada competitor lain dengan bidang garapan yang sama.
Nah hari itu adalah Indonesian Day, jadi yang dijual adalah semua produk yang berasal dari Indonesia. Dalam rangka 50 tahun persahabatan Indonesia-Jepang, maka Dubes kita pun menyampaikan sambutan singkatnya untuk membuka perdagangan hari itu, dengan didahului 3 orang penari tari merak (peacock dance). Begitu selesai speech, langsung seorang desainer perhiasan menjelaskan detil produknya dst pake model bule dll. Dan yang membuat amazing adalah … hanya dalam waktu 5 menit saja … lebih dari 300 item produk yang dilansir langsung sold out, transaksi melalui telepon saja. Saya sampe terbengong-bengong. Kami menyaksikan sendiri semua mekanisme dan proses transaksi tersebut di sebuah ruangan yang dilengkapi berbagai peralatan canggih. Sayangnya saya gak bisa foto2 di ruangan itu, gak enak aja kecentilan sendiri di tengah kegiatan mereka yang begitu hectic dengan ratusan transaksi. Bayangkan saja mereka meladeni telepon yang mau beli, bukan iseng-iseng nanya kayak saya misalnya. Hihi. Saya sempet ngobrol dengan GM Merchandising-nya, karena saya teringat teman2 di tanah air yang rajin membuat handycraft cantik-cantik, siapa tahu mereka pun bisa accommodate temen2 saya ini. Sayangnya, produk yang dijual di channel ini sebaiknya yang mass-product. Buat temen2 yang berminat, bisa pm saya ya, ntar saya kenalkan dengan bagian perdagangan di kbri sana.
Sebelum acara dimulai, kami ada sesi ngobrol2 dulu dengan jajaran direksi perusahaan penggoda emosi perempuan itu. Hehe. Ya bagaimana tidak, captive market mereka adalah kaum perempuan. Saya sempat komen, wah stasiun ini menciptakan budaya konsumerism buat perempuan ya … kan yang “diganggu” adalah emosi perempuan. Kalo dalam dunia marketing mah, mungkin inilah yang disebut dengan emotional marketing, kalo tidak salah. Ketika ditanya, apa pernah ada suami-suami yang marah ke stasiun tv ini gara2 isterinya doyan belanja di shop channel ini? Menurut salah seorang dari mereka, pernah ada sekali. Nahlo … seru juga kali ya? Channel ini juga mengudara 24 jam. Gile benerrr … kebayang kan ibu-ibu di sana mantengin tv selama 24 jam untuk pilih-pilih & belanja produk special. Dari angka omzet harian mereka yang fantastis, cukup membuktikan bahwa perempuan-perempuan jepang (yang tertentu, tentunya) hobi belanja, even barangnya cuma mereka lihat di tv saja, atau di guide book yang dikirimkan untuk loyal customers.
Kalo di kita, mungkin seperti sesi2 yang disediakan oleh beberapa stasiun tv untuk jualan produk exercise & home appliance ya?
Dari buku shop guide-nya, produk yang ditawarkan bukan hanya barang mewah lho. Pokoknya dari mulai perhiasan, jam tangan, dan barang-barang lux lainnya sampe lipstik dan alat dapur yang pernik-pernik. Semuanya efektif, artinya pasti terjual dengan kuantitas yang multiplied.
Uniknya lagi, mereka tidak mau go public untuk meraup modal yang lebih banyak sebagaimana lazimnya perusahaan-perusahaan yang bagus bottomline-nya. Mereka bilang, lebih asyik menikmati keuntungan perusahaan sendiri saja tanpa harus mengajak public at large. Sebetulnya, apabila memperhatikan nature bisnis mereka ini kalo mereka bisa go public pasti akan seru … pasti akan banyak investor yang berminat … apalagi growth perusahaannya jelas banget.
(duuhh ... saya bener2 kena syndroma gegar budaya nih!)