Blog EntryKetika Tangan dan Kaki BerkataFeb 5, '08 10:01 PM
for everyone

Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Inbox Yahoo!-ku merekam puluhan email masuk dalam beberapa hari ini dan baru sempat aku cek pagi ini. Aku memilih beberapa diantaranya yang cukup penting diprioritaskan dibaca dan dibalas. Diantara semua email, ada email yang selalu kunantikan dan segera kubuka pada kesempatan pertama. Emailnya biasa berisi laporan atau review tugas Komite Audit yang saya ketuai dan … forward email yang isinya inspiring & thoughtful message. Pagi ini saya memperoleh beberapa email dari beliau yang juga sesepuh di industri bisnis kantor kami di bilangan Cikini. Aku menangkap sebuah subject emailnya yang menggugah: “Ketika Mulut Tak Lagi Berkata” … hmm aku memutuskan untuk membukanya terlebih dahulu.

Kursor di layar monitorpun kugerakkan perlahan melalui telunjuk kanan pada mouse. Usai membaca rangkaian cerita dalam email yang merupakan salinan dari artikel Taufiq Ismail tentang Chrisye (alm) di Majalah Sastra HORISON. Di dalamnya dikisahkan bagaimana Chrisye mengalami semacam pergolakan dan titik balik gara-gara jalinan kata-kata yang disusun oleh penyair filosofis ini dalam lyric lagu yang akhirnya bertajuk “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”.

Menyimak lyric yang dirangkai sedemikian rupa oleh sesepuh penyair ini, kata demi kata dipadukan hingga mampu menciptakan efek yang menggetarkan setiap kalbu yang mencoba tenggelam dan larut dalam makna lyric tersebut … rasanya gemetar menjalari setiap ruang batin … gemetar karena seolah diingatkan pada sejuta sikap dan perilaku burukku … kata-kata apa yang masih mampu kukatakan di hadapan Allah kelak untuk mempertanggungjawabkannya … apabila di yaumil akhir nanti mulutku sudah dikunci rapat, tidak ada lagi kesempatan membela setiap amal burukku?

Ternyata Pak Dirman, seniorku ini rupanya mengirimkan email yang tidak berkaitan dengan tugas kantor … tetapi jutsru jauh lebih fundamental … yaitu berkaitan dengan tugas kita di dunia ini.

Kulangkahkan jemariku mencari website youtube … kuketik keywords judul lagu tersebut … dan kudengarkan baik-baik … kusimak dan kuikuti lyric-nya … dan runtuhlah hatiku pagi ini … mataku tidak hanya basah … aku berlari ke kamar menghamburkan diri ke kamar mandi … kubasahi beberapa bagian tubuhku wajib wudhu dengan air … kudirikan shalat sunnat … dan kutenggelamkan diri dalam taubat …

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anna ya Kariim …

Semoga Engkau anugerahkan pembela kepadaku kelak di padang masyhar …

Semoga aku menjadi orang yang memperoleh syafaat Muhammad kekasihMu …


Kulampirkan isi email tersebut di bawah ini (mohon maaf kepada teman2 yang sudah pernah menerima email serupa):


Majalah Sastra HORISON

Krismansyah Rahadi (1949-2007): KETIKA MULUT TAK LAGI BERKATA

Oleh: Taufiq Ismail


Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia
berkata, " Bang, saya punya sebuah lagu, Saya sudah coba menuliskan
kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan
liriknya?" Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa.

Saya tanyakan kapan mesti selesai, dia bilang sebulan. Menilik
kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu
dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan
untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku
kata. Chrisye menginginkan puisi relijius. Kemudian saya dengarkan lagu
itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua
minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai
gelisah.

Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu
cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya
saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, " Chris,
maaf ya, macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai
ayat 65 yang berbunyi, A'udzubillahi minasy syaithonirrojim. "Alyauma
nakhtimu 'alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum
bimaa kaanu yaksibuun" saya berhenti. Maknanya, "Pada hari ini Kami akan
tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki
mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan." Saya
tergugah.

Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa! Saya hidupkan
lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik
lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot
itu akan bisa masuk pas ke dalamnya.

Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik
itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, alhamdulillah
selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul
inspirasi lirik tersebut.

Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar
menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis
lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye Sebuah
Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang
dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier,
yang menggetarkan sekujur tubuh saya.

Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya
benar-benar benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang
begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya
berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya
membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi.

Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa
terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana
sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Lirik itu begitu merasuk dan
membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia
ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya
menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. "Saya mendapatkan
ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65..." kata Taufiq. Ia menyarankan
saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya,
orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah
ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat
mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya
menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah
karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan
oleh lagu sendiri! Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu.

Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum
direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke
Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke
Australia , saya lalu mengajak Yanti ke studio,menemani saya rekaman.
Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga
selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah
menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda
mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling
autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya
mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari! Lagu itu menjadi
salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya
nyanyikan.

Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah
pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya
terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya,
dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka
sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir
di hari kiamat kelak.

Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin
Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin
biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin
akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian
sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

* *

Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam
peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium
dari produser untuk lagu tersebut.

Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. "Kenapa Bang, kurang?" Saya
jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan
dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja.
Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65,
firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.

Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian
saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan
jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar
administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah,
mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ' kan ?" Saya pikir
jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga.

Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan
berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya
pun senang.

 * *

Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi
legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin.  

 
 

Ketika Tangan dan Kaki Berkata


Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye


Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya.... sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina


Untuk mendengarkan lagunya, bisa disimak disini:

http://www.youtube.com/watch?v=cNsURlMA-dg


39 Comments
madmakassar wrote on Feb 5
permisi... bantuin buat linknya...


sophiazahra wrote on Feb 5
Renungan yang menggugah, saya langsung penasaran dengan lagunya, sementara ini masih terputus-putus
ratnajanuarita wrote on Feb 6
permisi... bantuin buat linknya...
terima kasih ya sudah helpful begini :-) maklum ibu2 yang ini mah rada parah gapteknya ... gak ngerti cara membuat link yang bisa secara efisien membantu orang :-) makasih banget ... semoga pahala & berkah yang terurai atas lagu ini juga Allah bagikan kepada kita ya ;-)
ratnajanuarita wrote on Feb 6
Renungan yang menggugah, saya langsung penasaran dengan lagunya, sementara ini masih terputus-putus
alhamdulillah ... saya jadi ada temen untuk merenunginya lebih dalam :-)

kalo masih terputus-putus biasanya sedang koneksinya sedang berlangsung, kalo sudah completed biasanya bisa kita ulang2 bahkan kalo kemudian koneksinya terputus.
minetcute wrote on Feb 6, edited on Feb 6
Jazakillah mbak Ratna... aku senang banget baca renungan ini.. semoga ibadahku semakin baik *Hiks.. jadi sedih deh* Demikian juga mbak Ratna yang mengingatkan kita. Amin!!
ceumimin wrote on Feb 6
Makasih teh diingatkan...
Semoga Keduanya baik Pak Taufik atau Pak Chrisye mendapat balasan dari Allah SWT atas kebaikan yang mereka lakukan..
evidakartini wrote on Feb 6
eee... kantor mba ratna di cikini??? saya suka kesana, kampus deket soalnya *maaf oot*
bundaelly wrote on Feb 6
Waktu baca postingan mbak ini, mataku langsung berair. Aku sangat menyukai lagu ini. Pernah satu kali (aku lupa tahun berapa) aku membuat kartu lebaran. Sederhana sekali. Hanya ada gambar timbangan yang berat sebelah ke kiri. Dan di bawah gambar itu aku kutip sepenggal bait dari lagu Alm Chrisye di atas. Kalo nggak salah, begini kutipanku:
Akan datang hari
mulut dikunci
kata tak ada lagi.
Akan tiba masa
tak ada suara
dari mulut kita
Semoga bila masa itu tiba, kita akan sesuci hari ini.
SELAMAT IDUL FITRI 142X H

Belum lama ini salah satu teman yang aku kirimi kartu pos tersebut mengatakan bahwa kartupos yang ada puisi itu sampe sekarang masih dipajang di tokonya di daerah cisarua. Ah.. Aku yakin bahwa dia menyimpan itu bukan karena aku, tapi karena lyric yang DAHSYAT itu!!

Tuk yang punya lagu, penulis lyric, dan yang posting: Semoga Allah mengangkat derajat mereka. Amien.Makasih banyak mbakku chayang...
*bigggg huuugggsss!!*
cambai wrote on Feb 6
mbak ratna.... sering2 ya nulis gini.... amat sangat berbekas dihati... ampe narik nafas panjang dian setelah membacanya... makasih ya mbak..
Alhamdulillah....
ratnajanuarita wrote on Feb 6
Jazakillah mbak Ratna... aku senang banget baca renungan ini.. semoga ibadahku semakin baik *Hiks.. jadi sedih deh* Demikian juga mbak Ratna yang mengingatkan kita. Amin!!
sama-sama mbak Sri ... saya jadi ada temen untuk menyesali diri dan semangat untuk menjadi lebih baik lagi ... insya Allah ...
Comment deleted at the request of the author.
ratnajanuarita wrote on Feb 6
Makasih teh diingatkan...
Semoga Keduanya baik Pak Taufik atau Pak Chrisye mendapat balasan dari Allah SWT atas kebaikan yang mereka lakukan..
Betul Ceu ... Pak Taufik sudah merangkai kata sedemikian menggugahnya, Pak Chrisye sudah menyanyikannya dengan hati yang bersih & tulus, dan terutama atas hidayah Allah kepada kita semua yang menyimak 'turunan' kalam Allah ini.
ratnajanuarita wrote on Feb 6
eee... kantor mba ratna di cikini??? saya suka kesana, kampus deket soalnya *maaf oot*
yaa Vi, tapi mbak gak tiap hari ke sana ... paling sebulan sekali kalo ada board meeting. Kampus apa Vi? Ngajar di sana?
ratnajanuarita wrote on Feb 6
Waktu baca postingan mbak ini, mataku langsung berair. Aku sangat menyukai lagu ini. Pernah satu kali (aku lupa tahun berapa) aku membuat kartu lebaran. Sederhana sekali. Hanya ada gambar timbangan yang berat sebelah ke kiri. Dan di bawah gambar itu aku kutip sepenggal bait dari lagu Alm Chrisye di atas. Kalo nggak salah, begini kutipanku:
Akan datang hari
mulut dikunci
kata tak ada lagi.
Akan tiba masa
tak ada suara
dari mulut kita
Semoga bila masa itu tiba, kita akan sesuci hari ini.
SELAMAT IDUL FITRI 142X H

Belum lama ini salah satu teman yang aku kirimi kartu pos tersebut mengatakan bahwa kartupos yang ada puisi itu sampe sekarang masih dipajang di tokonya di daerah cisarua. Ah.. Aku yakin bahwa dia menyimpan itu bukan karena aku, tapi karena lyric yang DAHSYAT itu!!

Tuk yang punya lagu, penulis lyric, dan yang posting: Semoga Allah mengangkat derajat mereka. Amien.Makasih banyak mbakku chayang...
*bigggg huuugggsss!!*
Iya El, semoga Allah senantiasa menganugerahkan hidayah dan kemampuan kepada kita untuk dapat meraih hikmah dari semua ini ...

Big hug too :-)
ratnajanuarita wrote on Feb 6
cambai said
mbak ratna.... sering2 ya nulis gini.... amat sangat berbekas dihati... ampe narik nafas panjang dian setelah membacanya... makasih ya mbak..
Alhamdulillah....
insya Allah ... sama-sama Dian ... semoga kita sama-sama menjadi orang yang selalu memperoleh hidayah & berkah Allah ...
echyart wrote on Feb 9
Membaca hal-hal seperti diatas membuat kita ingat kembali apa makna hidup yang sebenarnya.Mbak Ratna salam kenal, TFS
dolphinscry wrote on Feb 9
kemaren mamahnya chemy ngegosip ini juga, mba ^__^
ratnajanuarita wrote on Feb 9
echyart said
Membaca hal-hal seperti diatas membuat kita ingat kembali apa makna hidup yang sebenarnya.Mbak Ratna salam kenal, TFS
salam kenal kembali :-)
ya ... lagu ini memang sempat membuat saya seolah diingatkan kembali terhadap banyak hal ... alhamdulillah ini bagian berkah dari syair Taufik Ismail dan suara mendiang Chrisye ...
ratnajanuarita wrote on Feb 9
kemaren mamahnya chemy ngegosip ini juga, mba ^__^
wah mustinya mbak jadi moderatornya ya :-D
cikicikicik wrote on Feb 9
lagunya memang dahsyat mbak, aku sendiri, sudah nggak terhitung kali menyetir sambil sesenggukan **ketika sendirian menyetir sambil mendengarkan lagu ini**...

jelas sekali kalau liriknya bukan berasal dari hasil karya manusia, tetapi berasal langsung dari kalimat Allah yang Maha Memiliki...subhanalloh...
ratnajanuarita wrote on Feb 10
lagunya memang dahsyat mbak, aku sendiri, sudah nggak terhitung kali menyetir sambil sesenggukan **ketika sendirian menyetir sambil mendengarkan lagu ini**...

jelas sekali kalau liriknya bukan berasal dari hasil karya manusia, tetapi berasal langsung dari kalimat Allah yang Maha Memiliki...subhanalloh...
aih betul sekali nduk ... selain lagu ini juga lagu2nya sulis & hadad alwi ... :-)
cikicikicik wrote on Feb 10
list dari aku nambah lagi mbak, di album Opick "Astaghfirullah" ada 2 lagu yang juga menguras airmata tiap kali didengar...

Ada sebuah lagu yang dia nyanyikan bersama Gito Rollies, judulnya "Cukup Bagiku", aduuhhhh.....mak nyuussss di hati mbak...oya aku sertakan juga linknya :
http://www.youtube.com/watch?v=tMkvR7opymo&feature=related

Juga lagu yang "Kesaksian Diri", duuhhhhhhhh Allah........ http://www.youtube.com/watch?v=3L2W6GWdEpM&feature=related
Comment deleted at the request of the author.
ratnajanuarita wrote on Feb 10
Ada sebuah lagu yang dia nyanyikan bersama Gito Rollies, judulnya "Cukup Bagiku", aduuhhhh.....mak nyuussss di hati mbak...oya aku sertakan juga linknya :
http://www.youtube.com/watch?v=tMkvR7opymo&feature=related
ratnajanuarita wrote on Feb 10
Juga lagu yang "Kesaksian Diri", duuhhhhhhhh Allah........ http://www.youtube.com/watch?v=3L2W6GWdEpM&feature=related
ratnajanuarita wrote on Feb 10
list dari aku nambah lagi mbak, di album Opick "Astaghfirullah" ada 2 lagu yang juga menguras airmata tiap kali didengar...
semoga Allah senantiasa melembutkan hati kita ... ,>_<,
faysal77 wrote on Feb 12
Aku baru tahu kisah chrisye yang ini, dan jujur akupun tak tahu mesti komentar apa.
zubiayusuf wrote on Feb 14
....*nangis*
ahmadiamrun wrote on Feb 15
no koment........gak mampu aku!
qiyani wrote on Feb 15
... makasih ya,...
ratnajanuarita wrote on Feb 17
Aku baru tahu kisah chrisye yang ini, dan jujur akupun tak tahu mesti komentar apa.
merenung aja juga boleh de faysal :-)
ratnajanuarita wrote on Feb 17
....*nangis*
mbak peluk deh ... biar nangis menyesali diri sama2 ,>_<,
ratnajanuarita wrote on Feb 17
no koment........gak mampu aku!
:-) semoga menjadi bahan renungan kita bersama
ratnajanuarita wrote on Feb 17
qiyani said
... makasih ya,...
semoga bermanfaat :-)
fsafrina wrote on Mar 9, edited on Mar 9
TERIMA KASIH ya mbak..... Semoga Allah ridlo atas mereka berdua... dan juga kita... Amien....
ratnajanuarita wrote on Mar 12
TERIMA KASIH ya mbak..... Semoga Allah ridlo atas mereka berdua... dan juga kita... Amien....
amin Ya Mujibasailin ...
nunungzulanwar wrote on Mar 15
Assalamu'alaikum Wr.Wb. Smoga Rita dan keluarga senantiasa dalam lindungan-Nya.Amien. Aku baru sempet comment sekarang, kemaren-kemaren hanya ngikutin blog-nya Rita dan comment dalam hati. Lagu yang sarat akan ma'na dan mengingatkan kita bahwa kita di dunia hanya sementara, apalagi untuk kita-kita yang sekarang ini sudah tidak muda lagi. Makasih Ta, link-nya jelas banget jadi langsung bisa didenger dan mengambil hikmahnya. Salam untuk keluarga. Wass.
ratnajanuarita wrote on Mar 17
wa'alaikumsalamwrwb ibu notaris ... eh kalo di muscat mah naon atuh nya? kumaha kabar nung? duh meni sono nya. asa jauh pisan ... tapi alhamdulillah ... ada jenius2 yang menciptakan MP ini ... menyediakan media untuk silaturahim ... wah seberapa besar ya pahala Allah bagi mereka itu ...

juga ... kepada para pengarang lagu yang syairnya menggugah hati siapapun yang menyimaknya ... semoga Allah senantiasa alirkan pahalanya dari setiap mereka yang meraih manfaat dari karyanya ...

ari urang kumaha nya nung? yang pasti ... saya mah asa belum apa2 ... padahal usia sudah memasuki kepala 4 ... hmmm ...
nunungzulanwar wrote on Mar 18
Amiiin... Iya saya juga sangat terkagum-kagum dengan MP dan YM... yang menciptakannya aja udah jenius yaa apalalagi si pencipta yang menciptakan YM... Sama aja aku juga belum apa-apa... masih jauuuuh... semuanya masih harus ditata, mulai dari hati, pikiran, pengamalannya... itu lho, hawa napsunya masih harus dikendalikan... yu ah kita fastabikul khairat.... amiiin smoga dimudahkan..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help