KUNGFU PANDA dan MUSYAWARAH BURUNG
Hehe … sebetulnya postinganku ini tidak ada istimewanya kalo mau dibaca juga. Yang istimewa justru filmnya: KUNGFU PANDA dan buku tentang MUSYAWARH BURUNG.
KUNGFU PANDA, Yang ringan dan lucu sekaligus menyegarkan hati dan pikiran. Gak perlu ikut terapi ketawa yang saat ini sedang tren di berbagai spot, kalo untuk sekedar meningkatkan aliran darah dalam tubuh kita. Tentunya kalo nonton si Po lucu ini bener-bener men-generate aliran darah, kalo buntu lagi … nonton aja lagi … hehe …
Ceritanya, setelah berkali-kali mau nonton diikuti dengan berkali-kali gatot (gagal total), yang anak2 masih UKK-lah, yang bundanya persiapan ujian proposal-lah, yang ayahnya sibuk urusan tender-lah … gak ketemu juga … sampai akhirnya … alhamdulillah Afif dan Zaki naik kelas dengan nilai yang sangat kami syukuri … bunda juga sukses ujiannya dengan nilai terbaik dan dapat pujian … ayah (dkk) juga beres dengan seabreg dokumen tender-nya … Akhirnya usai maghrib (Jum’at 27 Juni lalu), kami berangkat ke bioskop di BSM demi tujuan satu: menonton si panda lucu ini …
Komedi animasi tentang seekor panda muales bernama Po, yang harus menjadi master Kung Fu demi menyelamatkan Valley of Peace dari ganggugan macan tutul salju bernama Tai Lung. Berlatar belakang legenda cina kuno, ini adalah kisah Po, yang sama sekali tidak memiliki ciri-ciri pahlawan apalagi dunia kungfu. Po mencoba menjadi pahlawan kungfu dan mempelajari bahwa jika ia percaya dirinya sendiri, ia dapat melakukan apapun. (http://www.nontonbioskop.com/index.php/reviews/KUNG_FU_PANDA)
Film animasi berdurasi … berapa lama ya … karena rasanya bentar aja … hampir 2 jam kayaknya, mulai 19.50, keluar2 pk 21.00, memang bener2 menyegarkan kami yang sudah suntuk dengan kepenatan dalam 2 minggu ini … full ketawa ngakak dengan anak2 eh … dengan orang satu bioskop …
Ada beberapa catatan kecil dari kata-kata yang terurai dalam dialog para tokoh animasi itu, yang sebenarnya sudah biasa kita dengar, akan tetapi ada suasana yang membuat kita … eh aku aja kali ya … yang tergugah kembali dengan kata-kata itu. Diantaranya: ketika Oogway, si mahaguru kura-kura bilang begini ke Shifu muridnya yang juga guru dari Po dan teman2nya:
“yesterday is a history,
tomorrow is a mystery,
and today is a gift,
that’s why it is called ‘present’ …”

Duh ... biarpun sudah sering kita denger, tapi mendengarnya jadi merenung deh …
Mengingatkanku pada bait Kahlil Gibran semasa remajaku dulu, “Kita tidak akan pernah melalui pagi hari ini tanpa melalui perjalanan malam.”
Terus ketika penonton cekakakan saat si Panda Po membuka gulungan wasiat yang isinya kosong … rasanya memang sangat lucu … dan membuat penonton penasaran … karena gulungan wasiat yang konon berisi rahasia kungfu itu sudah membuat Tai Lung, murid terhebat Shifu ini, dipenjarakan. Gara-gara nafsunya menguasai rahasia kungfu dan menguasai lembah yang penuh kedamaian itu. Jadi sedemikian diperjuangkannya, tetapi ternyata isinya kosong saja … jadi maksudnyaaaaaa apa niiiii?
Tidak lama kemudian, Po berjumpa kembali dengan ayah asuhnya yang berkebangsaan burung onta atau sejenisnya deh … Ayahnya mengatakan sejujurnya bahwa sebetulnya resep rahasia itu sebetulnya tidak pernah ada … intinya sih “be yourself” aja … dan magic words ini membuat “TING” di kepala Po teringat gulungan wasiat rahasia kungfu itu … yang ketika dibukanya kembali gulungan itu di lihatnya wajah bulat lucu dirinya sendiri …
Saat perjalanan pulang ke rumah dengan berbongkah-bongkah kebahagiaan dan keceriaan bersama anak-anak, aku teringat ucapan Sayyidina Ali ibn Abi Thalib yang diajarkan oleh Rasulullah SAW: “kenalilah dirimu, maka engkau akan mengenal Tuhanmu.” Nah dari sini baru obrolan di kendaraan mampir ke MUSYAWARAH BURUNG ... yang kontemplatif banget ...
Kisah tentang Musyawarah Burung yang dikenalkan oleh Fariduddin Attar. Setelah melalui perjalanan yang jauh, sulit dan melelahkan, akhirnya tiba di Kerajaan Simurgh … yang dijumpainya ternyata diri mereka sendiri … "Mahligai Simurgh ibarat cermin, maka siapapun yang sampai pada mahligai ini, tidak akan melihat wujud selain wujud diri sendiri. Perjumpaan ini di luar angan dan pikirmu, dan juga tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, namun hanya dapat dirasakan dengan rasa. Karena itu, engkau harus keluar dari dalam dirimu sehingga engkau menjadi sosok pribadi Insan Kamil."
(dongeng Musyawarah Burung ini, insya Allah, saya carikan versi web-nya ya …)
Jadi bottomline-nya … jadilah dirimu sendiri … gitu lho … kita tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa eksis. Nah untuk bisa menjadi diri sendiri itu, memang tidak mudah. Kita harus keluar dari diri kita terlebih dahulu, baru dari sisi luar diri kita ini kita bisa melihat diri kita seperti apa. Bukan perjuangan ringan tentunya untuk keluar dari diri kita ini (baca: mengalahkan nafsu dalam diri). Apabila kita sudah berhasil keluar dari belenggu diri, maka kita akan lebih mengenal Tuhan kita. Karena hakikatnya, diri kita ini adalah cerminan Tuhan semata. Bukankah ciptaan akan selalu merefleksi ciptaannya sendiri? Demikian pula kita yang merupakan ciptaan-Nya. Jihad terbesar memang jihadunnafs … jihad mengalahkan diri kita sendiri … tidak perlu menisbahkan kepada setan apalagi orang lain … karena sejatinya nafsu itu adalah diri kita sendiri …
Paling tidak inspiring wordings dalam film lucu ini cukup menggigit diriku yang cukup sering disorientasi dalam memaknai diri ini J
Buat yang mau lihat-lihat review dll, bisa kunjungi, antara lain:
http://www.kungfupanda.com/
http://www.nontonbioskop.com/index.php/reviews/KUNG_FU_PANDA
http://en.wikipedia.org/wiki/Kung_Fu_Panda
http://www.rottentomatoes.com/m/kung_fu_panda/