Sambil memperhatikan Zaki, pemuda kecilku, mengerjakan tugas rutinnya membersihkan akuarium kecilnya, ibunya yang sedang kurang kerjaan ini menonton secara random beberapa acara di beberapa stasiun tv.
Beragam menu acara Sabtu sore ini tentunya disajikan oleh masing-masing stasiun tv dengan target segmen audiens-nya sendiri-sendiri. Dari mulai menu serius: investigasi es balok yang menggunakan air mentah yang kental dengan e-coli, hingga acara norak-norakan: mencari pacar ataupun memereteli pacar. Salah satu acara noraknya adalah yang ditayangkan oleh sebuah stasiun tv dan nampaknya lumayan bertahan lama mungkin gara-gara pemirsanya memang ada, ratingnya bagus, dan pastinya dapat support penuh dari iklan2.
Nah, di acara ini ceritanya ada seorang cewek yang menjadi “klien” acara tersebut dan sedang dilanda kegundahan & kecurigaan terhadap pacarnya yang suka “menduakan”. Dalam tayangan, nampak sang cowok sedang dijebak oleh seorang perempuan yang memang dipasang untuk menggoda “keteguhan cinta” si cowok. Seperti sudah diduga, si cowok berhasil masuk perangkap. Bressss!!! Pake acara cium2 dan peluk2 mesra pula!!! Bukankah mereka (cowok korban dan perempuan penggoda) baru ketemu saat itu on the spot?
Tayangan berlanjut seru dengan munculnya cewek “klien” secara tiba2 di hadapan si cowok yang sedang berpegangan tangan mesra dengan perempuan penggoda. Cewek “klien” membentak cowoknya dan menampar beberapa kali sambil masih terus yelling at him. Acara berakhir dengan lari tunggang langgangnya si cowok. Kasihan bener deh menyaksikan eksekusi ini.
Aku dan suamiku terbengong-bengong dengan acara tersebut. Kedua pemudaku bersama kami juga menonton tayangan menghinakan ini, walau sambil membersihkan akuarium, tetap saja tontonan ini membuat mereka cengar-cengir keheranan. Suamiku kontan mewejangkan satu “wasiat” penting bagi kedua anak mudanya, “jangan sampai kalian diperlakukan seperti itu oleh perempuan.”
Mencermati tayangan tadi, lepas dari motif dan manfaat positif atau negatif kontennya, tokh sudah membukakan sisi faktual sekaligus aktual di masyarakat muda sekarang ini. Perempuan yang begitu kasarnya, laki-laki yang terlihat bodoh dan seenaknya, juga barangkali, nilai-nilai yang dianut kalangan muda tertentu yang menganggap “dunia pacaran” seolah sudah memberikan hak khusus bagi pasangan untuk bertindak ini dan itu seperti yang kami saksikan tadi. Untuk beberapa hal, mungkin si cowok memang pantas dikasari karena memang tidak ada dignity-nya, tapi di beberapa hal lainnya, apakah pantas seorang cewek bersikap kasar seperti itu? Menampar laki2 berkali-kali. Wuiihhh … bagaimana kalo sudah jadi isteri? KDRT deh. Yang bikin gemas, si cowok karena memang dasarnya “tertangkap basah” tidak bisa membela diri selain lari tunggang langgang dalam keadaan sangat terhina (dalam pandanganku).
If I were her, cukup putuskan saja dan tidak perlu melakukan hal-hal yang menjadi kontraproduktif sekaligus merendahkan sisi keperempuananku. Membela diri atau menyerang dalam kasus tadi tidak perlu diwujudkan dengan menampar pak-pok pak-pok. Kalo terlalu gemas, siram air kek kan cukup humiliating juga.
Jaman muda dulu … (hehe … sekarang sudah menua), aku pernah dekat sebentar dengan seseorang. Waktu itu aku mau berteman dekat karena dia mau belajar agama Islam, iya dia beda agama denganku. Tapi tidak lama kemudian, ketika ada beberapa suspicious check list dan aku investigasi sepintas saja lalu ternyata dia sudah punya tunangan. Tidak ada kompromi, aku tidak pernah menemuinya lagi. Sekalipun terakhir dia berlutut di depanku dengan seribu alasan (salah satunya dia sudah tidak cocok lagi) dan berjuta janji gombalnya (mau masuk Islam), … alhamdulillah … Allah melindungiku … aku dapat menolaknya dengan cukup elegan … (suit suit suiwww …. ). Yang pasti aku begitu tertipu dan direndahkan (alhamdulillah … mungkin karena sujud2 pengaduan kepada Sang Hayyu setiap malam setelah peristiwa menghinakanku ini, Allah hantarkan lelaki terbaik pilihan-Nya dan telah menjadi ayah kedua pemuda kami).
Sejak kedua panglima muda kami mulai dapat diajak berdialog, kami, terutama ayahnya, selalu menasihati kedua pemuda kami ini, untuk menghormati kaum perempuan. Hal ini tentu dilakukan juga oleh teman2 yang punya anak muda seperti kami. Dari mulai bersikap santun dalam berkata2 dan bersikap, hingga pantang untuk melayangkan tangan kepada kaum perempuan. Ini betul-betul kami coba tanamkan dengan berbagai cara dan pengertian. Ada martabat kemanusiaan yang pastinya hendak dijaga oleh kami selaku orang tua, seperti halnya orang tua lainnya.
Kembali ke laptop … eh ke tayangan tadi … biarpun mungkin norak dan tidak bermutu, tapi tetap dapat diambil ibrahnya oleh kami atau kita …
Walau anak2 muda dalam tayangan tadi bukan anak kita, bukan saudara kita, kenal pun tidak … tapi mungkin tidak ada salahnya apabila kita meneliti kembali nilai-nilai yang telah dan hendak kita tanamkan kepada anak-anak kita … agar kelak mereka tidak harus melalui kejadian-kejadian yang justru merendahkan martabat kemanusiaannya …
Mudah-mudahan … tulisan ini menjadi renungan kita bersama … dan semoga yang membacanya berkenan pula urun rembuk untuk memperkaya wawasan kita untuk senantiasa belajar menjadi orang tua yang sebaik-baiknya bagi permata hati kita … dan terutama dalam menjalankan amanah mulia dari Sang Rabb …
ckckckck ampe segitunya nya seroang wanita tersakiti...!! padahal dia yg minta supaya cowoknya di'tangkap basah'...heheheheh jaman sekarang mana ada kucing nolak ikan..ada2 aja..
ckckckck ampe segitunya nya seroang wanita tersakiti...!! padahal dia yg minta supaya cowoknya di'tangkap basah'...heheheheh jaman sekarang mana ada kucing nolak ikan..ada2 aja..
hihi ... iya tuh mbak lusy ... sampe ikut gemes ya ke ceweknya ya ke cowoknya juga :-DDD
apalagi kalo disodori rendang atau steak ya mbak? hehe ...
tayangan eta teh dibenci tapi sok ditonton, apalagi sama ABG, bahaya kalau tanpa bimbingan ortu kacaaau pisan
akhirnya ... gak gampang jadi orang tua jaman sekarang teh nya teh ... mudah2an kitanya tetap semangat untuk terus belajar jadi orang tua yang baik ya ... tantangan dan ancaman semakin besar dan mengerikan ...
emang nyebelin yah bu acara2 TV kita itu ugh gakda yg bisa diambil.... tapi ternyata byk acara2 itu [dapet bocoran dari Oppie endut teman FH kita]... rupanya acara itu juga acara "PURA=PURA" dlm arti sudah diskenariokan dan dimainkan oleh2 orang2 biasa [bukan artis] supaya dikira beneran. Ihhhh tapi biar boongan pun gak mendidik gitu untuk apa uah dibuat....
*keluar deh tuh judesnya, abis dipancing sih sama ibu ini*
Saya pernah jg menyaksikan tayangan2 spt ini sekedar pengen tahu. Alhamdulillah, disini tayangan TV untuk anak lebih mudah kita menfilternya di banding di indonesia. Dan sepakat mbak, selalu ada ibrah yang bisa kita ambil dari setiap kejadian. Setidaknya, gini lhooo pergaulan jaman anak sekarang.
saya juga pernah nonton.. ih kaget2 juga mbak... kan acaranya sore2 pas w'end... Alhamdulillah.. saya mmg selalu berusaha menemani anak2 nonton TV walau film kartun sekalipun... jd bisa agak2 "menetralisir" apa2 yg sdh mereka tonton dgn diskusi ringan sambil nonton... tp ya tetep aja... saya selalu was2 tiap kali mereka nonton TV.. hehehe... kok jd paranoid sama tayangan Tv yah! thanks for sharing mbak...
Haduh, iya tuh, tayangan itu betul-betul memprihatinkan. Kebanyakan yang jadi klien kan cewek, sebagai sesama cewek, aku suka malu sendiri nontonnya. Idih, kenapa sih musti senorak itu, cukup samperin pacarnya yg sedang selingkuh itu, sapa, terus tinggalin deh. Kan kalo si cowoknya emang cinta ama dia dan menyesal dengan apa yg udah dilakukan, pasti bakal blingsatan dan ngejar cewek itu, tapi kalo si cowok itu cuek bebek, yasud, berarti emang cowok itu nggak cinta (lagi) sama dia. Lagian, cowok nggak setia koq dipikirin. Disini aku suka nonton channel amrik, acaranya Jerry Springer, hiiiiyyyy....tuh, kalo mau liat gimana kelakuan orang2 amrik, bisa liat di tayangan itu. Sumpah, memprihatinkan dan memalukan.
Disini aku suka nonton channel amrik, acaranya Jerry Springer, hiiiiyyyy....tuh, kalo mau liat gimana kelakuan orang2 amrik, bisa liat di tayangan itu. Sumpah, memprihatinkan dan memalukan.
Halo Mb pancasiwi, salam kenal ya?
Wah, Jerry Springer sampe disiarin ke sana juga? padahal itu termasuk "acara sampah" di sini, alias jarang yang nonton. Aku pernah lihat sekilas ketika iseng ganti2 channel, duh, nggak kuat ngelihatnya. Orang2 Amrik yg aku kenal alhamdulillah baik2 semua, gak ada yang "segila" orang2 dalam tayangan itu......
Kebetulan di tempat tinggalku ini banyak sekali channel tvnya, dan aku lupa, acara Jerry Springer itu ada di channel mana, yg jelas channel amrik deh. Untung acara itu ditayangkannya tengah malam waktu sini, jadi anak-anak nggak bisa liat. Jadi, orang2 amrik kalangan apa tuh yang ada di acara itu Mbak kalo boleh tau? Mohon maklum, aku kan nggak pernah tinggal di amrik, jadi pas liat acara Jerry Springer, berita2 di Fox News, main ngecap aja deh :)
TV emang kadang suka bikin kita 'ngeri-ngei sedap" liat tayangannya. Mamaku tuch dulu aku liatin seneng banget liat acara sergap(tau sekarang masih ada atau ndak ya), padahal kalo diliatin, bikin bulu kuduk berdiri karena seremmmm
hehehe... kadang2 dian pikir yang bodoh itu cewek yang klien nya atau gimana ya mbak ? soalnya nyaris 80% [bahkan mungkin lebih besar lagi ya....] laki2 yang belum nikah [bahkan yang udah nikah sekalipun] itu kalau digodain cewek, biasanya mau aja..hehehe..bodohnya tuh perempuan malah minta tim khusus menjebak pacarnya... selain itu cowoknya juga bodoh banget.. kog ya bisa kepincut on spot gitu ama cewek yang baru dikenal... kadang2 dian pikir.. emang udah dipersiapkan "para pemain" bodoh2 ya,....biar seru acaranya... hehehe.. terus terang tuh acara gak masuk dalam list buat ditonton banget..hihihi.... bodohnya minta ampun....
btw.... tapi seneng juga baca tulisan mbak ratna yang ini...jadi sedikit tau ttg keteguhan hati mbak ratna terhadap agama ya... gak terganggu oleh gombalan maut cinta yang menyeret ke tempat ya salah.. salut deh mbak..^_^...
semoga sukses selalu menjaga keimanan anak2 mbak ya.. amin...
tayangan itu emang parah deh mbak., padahal pasti ada proses auditingnya ya............. ah tv gak jelas acaranya....., thanks for sharing anak2ku masih kecil jadi siap2 nih kalo mereka liat tontonan yang gak jelas gitu.,
emang nyebelin yah bu acara2 TV kita itu ugh gakda yg bisa diambil.... tapi ternyata byk acara2 itu [dapet bocoran dari Oppie endut teman FH kita]... rupanya acara itu juga acara "PURA=PURA" dlm arti sudah diskenariokan dan dimainkan oleh2 orang2 biasa [bukan artis] supaya dikira beneran. Ihhhh tapi biar boongan pun gak mendidik gitu untuk apa uah dibuat....
*keluar deh tuh judesnya, abis dipancing sih sama ibu ini*
iya tih emang nyebelin banged ... ini juga tertonton karena di satu stasiun yang sedang ditonton (investigasi es balok pake air mentah tea) sedang muncul iklan ... biasa deh seliweran dulu ke stasiun lain ... di rumah kan gak langganan tv ... cuma yang moncor pake antena biasa aja ...
aku juga suka ngerasa kalo tayangan2 model ginian ini rekayasa ... ada yang emang keliatan banget pura2nya tapi ada yang "kelihatannya" emang asli.
tayangan ini kan cuma mata rantai dari sebuah industri ... PH nawarin konsep dan program, kalo stas tv nya survey pasar dan kira2 emang bisa diterima ... apapun dampaknya ... ya tayangin aja ... susah tih kalo sudah menjadi sebuah industri ... satu2nya jalan blokir ya di kitanya penonton ... nonton atau matikan. seyogyanya emang misi industri broadcasting begini ini ya untuk kebaikan bangsa (penonton) ... tapi ya itu tadi ... kalo kata kuncinya "industri" ... ya cari untung seoptimal mungkin ... :-) akhirnya penontonnya musti cerdas :-)
Saya pernah jg menyaksikan tayangan2 spt ini sekedar pengen tahu. Alhamdulillah, disini tayangan TV untuk anak lebih mudah kita menfilternya di banding di indonesia. Dan sepakat mbak, selalu ada ibrah yang bisa kita ambil dari setiap kejadian. Setidaknya, gini lhooo pergaulan jaman anak sekarang.
hehe iya mbak ... saya juga berangkat dari pengen tau ... acara apaan sih ini? main job saya juga kebetulan memang erat dengan tokoh2 dalam tayangan tadi ... ya memang tayangan di tv tadi tidak jauh dari yang saya saksikan sehari-hari di kampus ... sering banget deh hati ini mengeluh :-(
saya juga pernah nonton.. ih kaget2 juga mbak... kan acaranya sore2 pas w'end... Alhamdulillah.. saya mmg selalu berusaha menemani anak2 nonton TV walau film kartun sekalipun... jd bisa agak2 "menetralisir" apa2 yg sdh mereka tonton dgn diskusi ringan sambil nonton... tp ya tetep aja... saya selalu was2 tiap kali mereka nonton TV.. hehehe... kok jd paranoid sama tayangan Tv yah! thanks for sharing mbak...
iya de ... yang penting sih kita selalu berikan bekal wawasan kepada anak2 biar mereka tahu secara clean & distinct mana yang akan memberikan manfaat dan mana yang justru akan menciptakan mudharat ... buat kitanya juga menjadi proses belajar menjadi orang tua :-)
Haduh, iya tuh, tayangan itu betul-betul memprihatinkan. Kebanyakan yang jadi klien kan cewek, sebagai sesama cewek, aku suka malu sendiri nontonnya. Idih, kenapa sih musti senorak itu, cukup samperin pacarnya yg sedang selingkuh itu, sapa, terus tinggalin deh. Kan kalo si cowoknya emang cinta ama dia dan menyesal dengan apa yg udah dilakukan, pasti bakal blingsatan dan ngejar cewek itu, tapi kalo si cowok itu cuek bebek, yasud, berarti emang cowok itu nggak cinta (lagi) sama dia. Lagian, cowok nggak setia koq dipikirin. Disini aku suka nonton channel amrik, acaranya Jerry Springer, hiiiiyyyy....tuh, kalo mau liat gimana kelakuan orang2 amrik, bisa liat di tayangan itu. Sumpah, memprihatinkan dan memalukan.
wah gimana bisa nonton acara springer itu mbak? aku mah di rumah primitif gak ada langganan, gak ada antena canggih ... cuma antena biasa :-) pengen sih langganan tv luar untuk berita, tapi gak jadi aja tuh :-D
wah, kalo saya males deh nonton tayangan2 itu, apalagi kalo ada anak2 ikutan lihat, hehee....
janji deh ... besok2 gak akan nonton lagi ... :-DDD hehe tadi juga penasaran aja kayak apa sih model acaranya ... ternyata anak2 malah sudah tahu lebih lama karena si mbak afiyah (asistenku), di kamarnya suka nonton dan ngedongengin ke anak2 hehehe :-)
Kebetulan di tempat tinggalku ini banyak sekali channel tvnya, dan aku lupa, acara Jerry Springer itu ada di channel mana, yg jelas channel amrik deh. Untung acara itu ditayangkannya tengah malam waktu sini, jadi anak-anak nggak bisa liat. Jadi, orang2 amrik kalangan apa tuh yang ada di acara itu Mbak kalo boleh tau? Mohon maklum, aku kan nggak pernah tinggal di amrik, jadi pas liat acara Jerry Springer, berita2 di Fox News, main ngecap aja deh :)
wah seneng deh ... tempat ini menjadi rendezvouz banyak teman2 :-)
kalo aku seneng nonton channel KBS aza....hehehehe...penggemar korea soale....
wah gak tau nih mbak ... gak langganan tv sih :-) ... pernah ada serial korea yang sempat saya tungguin ... itu lho yang pemerannya siapa ya namanya ... dateng kok ke indo, lee dong ... apa gitu ...
TV emang kadang suka bikin kita 'ngeri-ngei sedap" liat tayangannya. Mamaku tuch dulu aku liatin seneng banget liat acara sergap(tau sekarang masih ada atau ndak ya), padahal kalo diliatin, bikin bulu kuduk berdiri karena seremmmm
kita sebagai penonton dituntut cerdas menyikapinya ya :-)
hehehe... kadang2 dian pikir yang bodoh itu cewek yang klien nya atau gimana ya mbak ? soalnya nyaris 80% [bahkan mungkin lebih besar lagi ya....] laki2 yang belum nikah [bahkan yang udah nikah sekalipun] itu kalau digodain cewek, biasanya mau aja..hehehe..bodohnya tuh perempuan malah minta tim khusus menjebak pacarnya... selain itu cowoknya juga bodoh banget.. kog ya bisa kepincut on spot gitu ama cewek yang baru dikenal... kadang2 dian pikir.. emang udah dipersiapkan "para pemain" bodoh2 ya,....biar seru acaranya... hehehe.. terus terang tuh acara gak masuk dalam list buat ditonton banget..hihihi.... bodohnya minta ampun....
btw.... tapi seneng juga baca tulisan mbak ratna yang ini...jadi sedikit tau ttg keteguhan hati mbak ratna terhadap agama ya... gak terganggu oleh gombalan maut cinta yang menyeret ke tempat ya salah.. salut deh mbak..^_^...
semoga sukses selalu menjaga keimanan anak2 mbak ya.. amin...
iya dian ... langsung coret aja hehe ... emang mbak juga kurang kerjaan ... sedang iklan di tv lain terus biasa deh ... seliweran dulu ke sta lainnya :-DDD
ooo ... masa lalu itu ... semata2 Allah sayang saja sama mbak ... dan itu pelajaran bessssuaaaarrr buat mbak :-) amin untuk doanya :-)
tayangan itu emang parah deh mbak., padahal pasti ada proses auditingnya ya............. ah tv gak jelas acaranya....., thanks for sharing anak2ku masih kecil jadi siap2 nih kalo mereka liat tontonan yang gak jelas gitu.,
biasa deh mbak ... namanya industri kan yang penting penontonnya ada, iklan masuk ... padahal sebaiknya dampak dari siaran harus dihitung juga ya ...
Jadi, orang2 amrik kalangan apa tuh yang ada di acara itu Mbak kalo boleh tau? Mohon maklum, aku kan nggak pernah tinggal di amrik, jadi pas liat acara Jerry Springer, berita2 di Fox News, main ngecap aja deh :)
Halo juga...
Yah, sebenarnya sama aja kayak di negeri mana pun juga, orang Amrik tuh yang baik banyak, tapi yang kasar2 seperti yang ada di tayangan itu sih pasti ada. Biasanya terkait dengan tingkat pendidikan dan kelas sosial juga sih....Untungnya aku tinggal di daerah 'priyayi' gtu, kebanyakan kalangan terpelajar, jadi gak pernah lihat yg seperyi itu dalam kehidupan sehari-hari...
Mudah-mudahan … tulisan ini menjadi renungan kita bersama … dan semoga yang membacanya berkenan pula urun rembuk untuk memperkaya wawasan kita untuk senantiasa belajar menjadi orang tua yang sebaik-baiknya bagi permata hati kita … dan terutama dalam menjalankan amanah mulia dari Sang Rabb …
Setuju sekali, mbak Ratna. Aku dan Kangmas pun dalam mendidik ketiga putri kami selalu berusaha menanamkan nilai-nilai moral berdasarkan ajaran agama. Selain itu juga arahan agar mereka senantiasa menitikberatkan perhatian kepada sekolah dan rencana karir mereka, agar di hari kemudian mereka tidak menyesal menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan tinggi. :)
Benar mbak... tanggung jawab berat kita pikul untuk mengantarkan anak2 menjadi permata hati yang berbudi luhur , serta mampu mengerti dan menjalankan tugas2Nya...Saya rada heran, sepertinya di Indonesia kurang dengan tayangan yang bersifat informatif & edukatif (terutama untuk anak2)... TV penuh dengan gosip, sinetron yang menjual kehidupan absurd dengan karakter2 yang perilakunya tidak bisa dicontoh... tayangan yang seperti mbak ulas diatas juga tidak memberikan contoh yang baik untuk anak2. Saya punya angan2, TV2 Indo punya tayangan informatif & edukatif yang mengeksplorasi kekayaan alam, sejarah & kebudayan Indo misalnya... Tapi itu hanya angan2 saya semata...:-)
Kalau playboy cap kangkung dah gak laku ya? hehehehehe....... Duh, kapan ya tayangan TV kita jadi bermutu...pusing neh pas ponakan nonton tv, harus pindah saluran terus yang cocok bwt dia..
Setuju sekali, mbak Ratna. Aku dan Kangmas pun dalam mendidik ketiga putri kami selalu berusaha menanamkan nilai-nilai moral berdasarkan ajaran agama. Selain itu juga arahan agar mereka senantiasa menitikberatkan perhatian kepada sekolah dan rencana karir mereka, agar di hari kemudian mereka tidak menyesal menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan tinggi. :)
Betul banget mbak Sri ... jadi orang tua ..., apalagi di jaman sekarang dengan tantangan dan ancaman yang makin mbrudul begini, musti cepat tanggap ... kalo meleng sedikit aja wah ... takutnya jadi penyesalan selamanya ... padahal hidup cuma sekali ya mbak :-( ... mudah2an Allah selalu menguatkan kita ya untuk tetap dapat perform sebaik-baiknya dalam mengemban amanah-Nya ini ...
Benar mbak... tanggung jawab berat kita pikul untuk mengantarkan anak2 menjadi permata hati yang berbudi luhur , serta mampu mengerti dan menjalankan tugas2Nya...Saya rada heran, sepertinya di Indonesia kurang dengan tayangan yang bersifat informatif & edukatif (terutama untuk anak2)... TV penuh dengan gosip, sinetron yang menjual kehidupan absurd dengan karakter2 yang perilakunya tidak bisa dicontoh... tayangan yang seperti mbak ulas diatas juga tidak memberikan contoh yang baik untuk anak2. Saya punya angan2, TV2 Indo punya tayangan informatif & edukatif yang mengeksplorasi kekayaan alam, sejarah & kebudayan Indo misalnya... Tapi itu hanya angan2 saya semata...:-)
emang sulit kalo bicara sebuah industri yang pastinya berorientasi keuntungan ... kentalnya kepentingan duit dan duit seringkali membuat pekat motivasi lain yang menyisihkan idealisme (tujuan informasi dan edukasi) ...
mudah-mudahan angan-angan kita semua ini didengar oleh nurani para taipan di industri televisi kita ya ...
Kalau playboy cap kangkung dah gak laku ya? hehehehehe....... Duh, kapan ya tayangan TV kita jadi bermutu...pusing neh pas ponakan nonton tv, harus pindah saluran terus yang cocok bwt dia..
kangkungnya ditumis aja pak hehehe ...
kalo pengen tayangan bermutu ... kita mimpi berjamaah saja dulu :-DDD
aduuuh.... saya suka pusing nonton acara begini di Indonesia, Playboy cap kabel, H2C, apa lah yang mirip2 gitu, gak edukatif meski kadang nimbrung juga kalo adek2 pada nonton...... hehehe.......
Yah, sebenarnya sama aja kayak di negeri mana pun juga, orang Amrik tuh yang baik banyak, tapi yang kasar2 seperti yang ada di tayangan itu sih pasti ada. Biasanya terkait dengan tingkat pendidikan dan kelas sosial juga sih....Untungnya aku tinggal di daerah 'priyayi' gtu, kebanyakan kalangan terpelajar, jadi gak pernah lihat yg seperyi itu dalam kehidupan sehari-hari...
*manggut-manggut* Moga kalangan priyayinya juauh lebih banyak daripada kalangan yang ada di acaranya Jerry Springer...
wah gimana bisa nonton acara springer itu mbak? aku mah di rumah primitif gak ada langganan, gak ada antena canggih ... cuma antena biasa :-) pengen sih langganan tv luar untuk berita, tapi gak jadi aja tuh :-D
Tinggal disetel aja tvnya, pilih deh channel mana yg dimau. Karena aku tinggal di compound (kompleks ekspat), channelnya ada puluhan dari berbagai negara, dan...karena kami satu-satunya keluarga indonesia dari 375 keluarga yang tinggal di compound ini, nggak ada deh channel indo disini. Kalo mau sih bisa aja minta diadain, tapi aku lebih suka nggak pake aja :)
wah mbak Ratna daripada nonton kayak gituan dan lagi nggak ada kerjaan mening ngempi aja deh he..he...cari tulisan-tulisan yg bagus kayak tulisan mbak Ratna.....:D
aduuuh.... saya suka pusing nonton acara begini di Indonesia, Playboy cap kabel, H2C, apa lah yang mirip2 gitu, gak edukatif meski kadang nimbrung juga kalo adek2 pada nonton...... hehehe.......
Tinggal disetel aja tvnya, pilih deh channel mana yg dimau. Karena aku tinggal di compound (kompleks ekspat), channelnya ada puluhan dari berbagai negara, dan...karena kami satu-satunya keluarga indonesia dari 375 keluarga yang tinggal di compound ini, nggak ada deh channel indo disini. Kalo mau sih bisa aja minta diadain, tapi aku lebih suka nggak pake aja :)
wah asyik juga ya ... kalo di indo mah musti langganan ... dan biaya awal + bulanannya lumayan berat buat orang gajian kayak saya mah :-)
wah mbak Ratna daripada nonton kayak gituan dan lagi nggak ada kerjaan mening ngempi aja deh he..he...cari tulisan-tulisan yg bagus kayak tulisan mbak Ratna.....:D
aduh ... bener banget teh ... nanti lagi mah ngempi aja ... jauh lebih bermanfaat ya ... silaturahim dan insya Allah jauh dari dosa ngomelin hehehe ... makasih udah ngingetin :-)
pernah liat acara ini sama ga berenti geleng2 kepala.... yg lebih nyebelin lagi acara apa sih tuh dr statiun yg sama juga,yg kaya jadi mak comblang gitu... ga percaya kayanya pergaulan anak2 muda kita sekarang,ko ga jauh ama gaya pacaran anak2 sini..:(
pernah liat acara ini sama ga berenti geleng2 kepala.... yg lebih nyebelin lagi acara apa sih tuh dr statiun yg sama juga,yg kaya jadi mak comblang gitu... ga percaya kayanya pergaulan anak2 muda kita sekarang,ko ga jauh ama gaya pacaran anak2 sini..:(
mungkin ini imbas globalisasi tea mbak tem, jadi aja gombalisasi hehehe ...
haaaaaaaaaaa disini gak ada tuh acara tivi kayak begitu, kadang kangen juga hehehhehehe.... padahal kalu di jkt suka ngomel2 ama acara tivi yang kadang nyebelin tapi kalu lagi santai ditonton juga.....
haaaaaaaaaaa disini gak ada tuh acara tivi kayak begitu, kadang kangen juga hehehhehehe.... padahal kalu di jkt suka ngomel2 ama acara tivi yang kadang nyebelin tapi kalu lagi santai ditonton juga.....
aku sih anggap itu semua sebagai hiburan aja lha + ngomel2 seperti mba Ratna hehehe...kalau di lihat dari sisi positifnya , acara itu bisa di buat bahan u/ memberikan pengertian yg baik...seperti yg mba & suami lakukan ke 2 pemuda kecil di rmh. lumayan dapat contoh buruk tampa harus susah payah nerangin yg buruk itu seperti apa....biar mereka tangguh dan bisa menghadapi kehidupan di luar rmh tapi tetap berpegangan dgn ajaran di rmh....engga usah tutup mata...pergaulan anak2 jaman sekarang itu emang rada menyeramkan....
aku sih anggap itu semua sebagai hiburan aja lha + ngomel2 seperti mba Ratna hehehe...kalau di lihat dari sisi positifnya , acara itu bisa di buat bahan u/ memberikan pengertian yg baik...seperti yg mba & suami lakukan ke 2 pemuda kecil di rmh. lumayan dapat contoh buruk tampa harus susah payah nerangin yg buruk itu seperti apa....biar mereka tangguh dan bisa menghadapi kehidupan di luar rmh tapi tetap berpegangan dgn ajaran di rmh....engga usah tutup mata...pergaulan anak2 jaman sekarang itu emang rada menyeramkan....
hehe ... betul mbak ... untuk memperlihatkan aspek mudharat kan tidak perlu kita contohkan sendiri ... kita belajar saja dari pengalaman orang lain ya ... :-)
ikutan ya mba, wah beneeerr banget ya jadi ortu harus pintar2 mensikapi. Gak bisa cuma sekedar menghindar tapi bagaimana menanamkan kesadaran dan pemahaman dalam diri anak untuk bisa memfilter. MasyaAlloh..! berguru ya mba....ngeri juga mikirin balita2ku nanti bagaimana???!!! TFS...
ikutan ya mba, wah beneeerr banget ya jadi ortu harus pintar2 mensikapi. Gak bisa cuma sekedar menghindar tapi bagaimana menanamkan kesadaran dan pemahaman dalam diri anak untuk bisa memfilter. MasyaAlloh..! berguru ya mba....ngeri juga mikirin balita2ku nanti bagaimana???!!! TFS...
hehe ... jadi orang tua jaman sekarang memang harus semangat untuk terus belajar ... kita sama2 belajar ya mbak :-)
Aku justru curiga Mba, tayangan2 itu sudah di'sutradarai' sedemikian rupa, jadi gak murni benar2 jujur dan apa adanya... sptnya loh ya! Soalnya kok banyak kebetulannya kadang2 *curiga mode is on!*
Setuju juga sama Mba, tayangan2 itu gak mencerdaskan ruhani sama sekali! Mudahan gak menjerumuskan yg muda2 yg sedang bersiap2 mengenal lawan jenisnya :-(
duh, ketinggalan kereta deh.. baca jurnal menarik ini jadi tau cerita masa lalu..suit..suit..:))) syukurlah calon mantuku dididik dgn baik oleh kedua calon besanku :D :D :D
Aku justru curiga Mba, tayangan2 itu sudah di'sutradarai' sedemikian rupa, jadi gak murni benar2 jujur dan apa adanya... sptnya loh ya! Soalnya kok banyak kebetulannya kadang2 *curiga mode is on!*
Setuju juga sama Mba, tayangan2 itu gak mencerdaskan ruhani sama sekali! Mudahan gak menjerumuskan yg muda2 yg sedang bersiap2 mengenal lawan jenisnya :-(
emang iya ma ... walau mereka seringkali mencoba memotret faktualnya ... suka kliatan juga sih bo'ongnya ... maklum pemainnya orang awam ... biar murah kali bayarannya dan biar efek benernya lebih kliatan :-D
duh, ketinggalan kereta deh.. baca jurnal menarik ini jadi tau cerita masa lalu..suit..suit..:))) syukurlah calon mantuku dididik dgn baik oleh kedua calon besanku :D :D :D
hihi ... awas ya din ... mbak cubit nanti kalo ketemu!!!
alhamdulillah ... (kan malu mau dapet mantu sholehah ... jangan sampe malu2in kan hehe)
Ya ampyunnnnnnn Uni dan Mba, hihihihihi, di MP ini seruw banget yak, pada saling besan2an gitu, ahahahaha :-D
ih iya dong ma ... musti begini ... namanya juga usaha haha ... syukur2 anak2 mbak gak malu2in ... soalnya kiran kan tidak cuma cantik mulik, tapi juga aduhhh ... sholehah-nya itu jadi idaman ibu2 yang punya bujang haha ...
acara itu emang dudul banget ya... sekali pernah liat, suami malah keliatanya suka, apalagi pas ada tayangan tempeleng2an gitu, dia jadi tertarik nonton sambil ktawain...**maklum suami bonek, kalo ada tawuran bukannya meghindar, tapi malah nonton hihih**