Blog EntryDraft Naskah Buku-ku tentang Memoar Haji May 14, '08 8:05 PM
for everyone

Draft Naskah Buku-ku tentang Memoar Haji

Di bawah ini adalah beberapa cuplikan dari draft buku memoar haji yang sedang berada di persimpangan jalan: diterbitkan oleh penerbit atau self-publishing.

Mohon doa teman-teman … semoga Allah pilihkan yang terbaik ya …

 

Setiap hari adalah haji,

dan setiap tempat adalah Arafah-Muzdalifah-Mina

--------------------------------------------

“Berbagai kisah tentang pengalaman dalam rangkaian perjalanan ibadah haji selalu bak kisah seribu satu malam yang tidak pernah ada habisnya. Kazuo Murakami dalam bukunya The Divine Message of the DNA – Tuhan dalam Gen Kita, mengingatkan kita bahwa gen atau DNA (deoxyribonucleic acid) adalah cetak biru kehidupan kita, dan bahwa gen setiap orang itu berbeda satu dengan lainnya. Barangkali, karakteristik personalnya ini ada hubungannya dengan kentalnya sisi subyektif pengalaman haji setiap jamaah. Konon pula, perbedaan ini terletak tidak hanya pada aspek ‘apa’ yang dialami, tetapi juga pada aspek ‘bagaimana’ kita memaknai pengalaman tersebut. Faktor perbedaan DNA tadi akan sangat mewarnai ‘bagaimana’-nya seseorang memaknai setiap peristiwa yang dialaminya. … Premis Murakami seolah meneguhkan karakteristik eksklusif (sangat pribadi) pemaknaan perjalanan haji yang saya lakukan pada tahun 1424 H atau bertepatan dengan bulan Januari-Februari 2004.

Buku di tangan pembaca ini telah mengalami evolusi, baik dalam hal bentuk maupun cara bertuturnya. Dari hanya sekedar catatan kecil dalam diary haji sederhana, hingga sempat saya muat beberapa diantaranya dalam jurnal pribadi di mayantara: http://ratnajanuarita.multiply.com dan satu di antaranya pada Harian Republika. Dari sekedar rangkaian kata-kata yang berisi omelan, keluhan, syukur, kesedihan, ataupun kegembiraan selama perjalanan haji, hingga menjadi rangkaian bab-bab yang terwujud setelah melalui proses belajar menulis, menerima komentar, kritik dan masukan dari banyak pihak. Sejujurnya, langkah penerbitan ini dilakukan dengan bermodal nekad dan keyakinan. Nekad, pertama karena saya tidak memiliki basic menulis karya non-akademik sekaligus non-hukum (bidang ilmu yang saya tekuni dalam lebih dari dua dekade), dan kedua karena saya belum pernah menerbitkan buku apapun. Keyakinan, karena Allah pasti menyertai langkah niat dan motivasi lain yang mengiringi saya untuk menuliskan pengalaman haji sekaligus menerbitkannya”

------------------------------------------

Kegamangan perasaan soal bisa pergi haji ini juga pernah begitu kerap menghinggapi hatiku. Kami ini termasuk orang kebanyakan yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan finansial. Sebagai catatan soal ini, beberapa waktu lalu pernah ada teman-teman baru yang tidak mempercayai bahwa kami pernah mengalami masa yang tidak mudah, bagi kami untuk bisa membayar ONH. Sejujurnya, “kami” yang mereka kenal dalam waktu belakangan ini berbeda dengan “kami” pada, paling tidak, sepuluh tahun lalu. Segala sesuatu lahir dan batin yang ada pada kami sekarang ini, semata-mata kasih sayang Allah saja, dan bukanlah karena kemampuan kami yang sejati. Di sini aku hendak meyakinkan siapapun, bahkan diriku sendiri, bahwa Allah akan senantiasa memberkahi sen demi sen rezeki yang diberikanNya kepada kita apabila kita gunakan untuk kegiatan di jalanNya. Dengan Segala KemurahanNya, materi yang kami gunakan untuk ongkos tersebut Ia kembalikan tidak hanya dalam bentuk uang atau materi yang hitungannya tidak pernah terkira oleh kami, tetapi juga dalam bentuk immateri yang tidak akan dapat ditukar dengan materi apapun di dunia ini. Inilah salah satu keistimewaan ibadah haji yang dirasakan oleh umumnya mereka yang telah melaksanakan haji.”

-------------------------------------

Keesokan harinya aku benar-benar membuka tabungan haji di sebuah bank syariah. Aku seolah berijab-kabul dengan Allah ketika hati ini berbisik, “Ya Allah, kuserahkan dan kupercayakan uang ini kepadaMu untuk kewajiban haji yang Engkau bebankan padaku, semoga Engkau berkenan menggenapkan dan memberkahinya.” Aku tersenyum dan menarik nafas lega saat membaca angka Rp. 500,000.- pada kolom kredit. Aku bersyukur karena Allah telah mendorong dan memudahkanku untuk membulatkan niat berhaji dan mewujudkannya dengan membuka rekening tabungan haji.”

-------------------------------------

“Ihram yang dikenakan ini dapat bermakna filosofis bahwa dengan mengenakannya maka diri ini sudah sungguh-sungguh menyucikan diri sekaligus menafikan segala hal yang berkaitan dengan diri kita. Setiap jamaah tidak lagi memikirkan baju yang dikenakannya pantas atau tidak, tetapi sudah konsentrasi memenuhi hati dan pikirannya hanya dengan Tuhan. Dengan ihram ini pula, ruhani jamaah mulai melakukan mi’raj dari keduniawian menuju keilahian.” 

-------------------------------------

“Tidak jauh dari pintu Babussalam, kulihat bangunan berbentuk kubus berselimutkan kain hitam dengan garis berwarna kuning keemasan pada bagian atasnya. Kurasakan dadaku berdegup … dan aku sempat tertegun … Ka’bah-kah itu? Itukah Baitul ‘Atiq yang selama ini menjadi episentrum atau titik pusat seluruh umat Islam saat shalat, berdoa, dan beribadah? Itukah bangunan simbolik rumah Allah, baitullah itu?

Ka’bah yang telah Allah hadirkan sejak Nabi Adam diturunkanNya ke bumi ini, adalah tempat yang aman (QS Ali Imran: 96); tempat manusia berkumpul (QS Al Ma’idah: 97); tempat thawaf (QS Al Hajj: 29); tempat berkumpul dan aman bagi manusia (QS Al Baqarah: 125); sebuah tanda atas Islam (Nahjul Balaghah). Ka’bah menjadi qiblah atau kiblat atau arah yang dituju segenap kaum muslimin. Kusaksikan beribu jamaah berpakaian putih mengitari episentrum sejati jagad ini. Ke arah Ka’bah lah semua menghadap, dan kepada Allah lah semua menuju. ” 

-----------------------------------------  

“Dan suara muadzin itu selalu membuatku terhenyak di shubuh buta. Begitu mesranya suara muadzin memanggil Tuhannya. “Ya Arhamarrahimiiiiiiin irhamna …” kudengar suaraku menirukan muadzin itu. Aku mulai mengiba memanggilNya. Rasanya ingin kuhamburkan diri ini ke dalam pelukanNya yang akan menenteramkanku, ingin kurasakan belaianNya yang akan melembutkan kekeraskepalaanku.”

---------------------------------------- 

“Zamzam menjadi lambang dari buah perjuangan, pencarian, dan penantian. Zamzam adalah hadiah dan anugerah penuh berkah dari Allah yang kita saksikan hingga sekarang ini. Letak sumurnya yang strategis berada di titik terendah kota Makkah yang menyerupai ceruk wajan itu untuk beberapa keadaan memang cukup logis secara teori. Air kan mengalir ke tempat terendah. Meski demikian, teori ini masih saja menyisakan pertanyaan besar bagi banyak ilmuwan yang tetap tidak habis pikir tentang air yang tidak pernah habis itu. Bagaimana kepala ini tidak geleng-geleng, kawasan tersebut sangat jarang hujan tetapi sumber airnya senantiasa melimpah, darimana airnya berasal? Maha Besar Allah dengan segala KekuasaanNya. Tidak ada yang sulit bagiNya.” 

------------------------------------------   

“Untuk menghadiri perjamuan suci (haji maupun umrah) yang diselenggarakan Sang Pemilik Kesucian, Sang Pengundang telah menetapkan dresscode-nya adalah pakaian kesucian. Kain atau baju ihram yang dikenakan sejatinya hanyalah sebuah lambang dari pakaian kesucian itu. Sedangkan berbagai larangan ihram merupakan konsekuensi dari mengenakan pakaian ihram itu. Apabila pakaian ihram menjadi simbol kesucian, maka larangan ihram merupakan konsekuensi dari kesucian itu sendiri yaitu meninggalkan semua yang diharamkan. Ketentuan dresscode ini Allah ciptakan bukannya tanpa maksud. Dengan dibuatnya dresscode, maka ini bermakna larangan bagi tamu undangan untuk mengenakan pakaian yang tidak diwajibkan. Apabila ada tamu yang coba-coba menerabas dresscode ini, akibatnya ia tidak hanya akan tampak berbeda dengan tamu lain yang mematuhi kaidah dresscode tersebut, tetapi juga melawan ketentuan (hukum) yang telah Allah tetapkan.”

--------------------------------------- 

“Secara pribadi, sesi perenungan ini juga sangat membantuku untuk melihat diriku yang sebenarnya. Terutama untuk menyesali berbagai dosa dan keburukan yang selalu kulakukan, serta mensyukuri segala amal dan kebaikan yang senantiasa Allah anugerahkan di sepanjang kehidupanku, sejak sebelum Ia tiupkan ruhNya ke tubuh dan jiwaku hingga saat ini dan bahkan masa yang akan datang. Karenanya, di Arafah ini kuperbaharui janji yang telah terikrar di awal penciptaanku namun telah kukotori di sepanjang hidupku sejak aku mengenal nikmatnya dosa. Sebanyak pasir yang menghampar, serimbun pepohonan yang menghijau, bergunung bebatuan dan beronggok-onggok kerikil serta sepoi-sepoinya angin Arafah … menjadi saksi diakuinya segala dosa dan diperbaharuinya setiap janji suci saat itu. Arafah menjadi nexus of renewed contract antara aku sebagai manusia dan Allah sebagai Pencipta diriku.” 

-------------------------------------- 

“Salah satu hidangan rahasia di Mina adalah mencerna makna di balik kegiatan mencukur rambut. Rambut adalah lambang keindahan dan hiasan seseorang. Karenanya, mencukur rambut dengan sukarela di Mina bermakna menghilangkan keindahan dan hiasan dirinya. Menurut Imam Ali Zainal Abidin, salah satu putra dari Imam Hussein bin Ali bin Abu Thalib, “rahasia mencukur rambut adalah bahwa seseorang harus membunuh sifat bangga diri dan sombong”. Mencukur rambut tidak hanya sekedar menjadi titik yang membebaskan diri dari keadaan haram menjadi halal kembali, tetapi jauh lebih dalam lagi, apakah kita sudah meniatkannya sebagai titik awal meninggalkan segala bentuk ujud dan takabur?”

--------------------------------------- 

“Dalam fragmen itu, aku sedang menitipkan pesan kepada panitia qurban di kompleksku, untuk menyisihkan sedikit saja bagian buntut sapi yang menjadi hewan qurban kami. Tapi kemudian, saat aku hendak memasak buntut pesanan itu, ada semacam kehampaan yang tiba-tiba menyelimuti hatiku. Aku diliputi rasa malu pada diri sendiri, karena masih saja menginginkan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu bernilai penting bagiku. Berapa sih harga buntut sapi yang kuminta dari bagian hewan qurban itu? Akupun mengomeli keinginan diri ini. Tidakkah hewan yang sudah diqurbankan telah menjadi lambang niat dan tekad untuk memutus urat ketamakan dan dan kerakusan sebagaimana telah diajarkan oleh para guru kita?”

--------------------------------------

“Ketika muridnya menanyakan hal ini, sang Imam menjelaskan bahwa itulah bentuk hakikat dari beberapa jamaah yang sedang thawaf itu. Itulah manusia yang dalam kehidupannya selalu bersikap rakus, tidak pernah memperhatikan halal, haram, dan syubhat. Imam mengusap kembali mata muridnya, kali ini sang murid semakin tercengang, karena tidak hanya babi, tetapi ia juga melihat serigala yang sedang melolong sedang turut serta dalam kitaran thawaf itu. Imam menjelaskan, itulah mereka yang selalu bersikap semena-mena, kejam, dan mengambil hak orang lain. Untuk ketiga kalinya, Imam pun mengusap kedua mata muridnya, kali ini yang nampak adalah monyet yang sedang berteriak riuh rendah ikut mengorbit bersama jamaah lainnya dalam thawaf. Inilah wujud asli jamaah yang suka usil dan senang mencari kesalahan orang lain. Akhirnya, Abu Bashir menyaksikan hanya sedikit saja jamaah thawaf yang masih nampak dalam wujud manusia. Mereka inilah yang sedang benar-benar berhaji.

Andai Imam ash-Shadiq dan muridnya ini ada di atas atap Masjid sana dan menyaksikan diriku sedang melaksanakan thawaf di tengah jamaah haji lainnya, akan nampak seperti apakah bentuk asliku?” 

------------------------------------------------

“Rindu kami padamu ya Rasul. Rindu tiada terperi. Berabad jarak darimu ya Rasul … Seakan dikau disini …”

“Ya Nabi … salam ‘alaika … ya Rasul salam … salam ‘alaika … ya Habib salam‘alaika … shalawatullah ‘alaika”.  

Kerinduan yang terasa menggelegak di leher akhirnya pecah.

------------------------------------------------

“Usai shalat, aku pun bergegas menuju tempat yang dijanjikan. Namun tunggu punya tunggu, Abang tidak muncul juga, padahal setahu aku jarak antara tempat dia shalat (di muka multazam) dengan lampu hijau di pelataran thawaf, hanya beberapa meter saja. Aku celingukan mulai gelisah dan gemas.”

------------------------------------------------ 

Bismillahi Allahu Akbar … dan … tiba-tiba muncul sepasang lengan melingkari tubuh saya, tidak memeluk, tapi melingkar longgar sehingga aku seolah berada di dalam lingkaran alat hulahoop. Sempat kuperhatikan lengan bajunya yang berwarna putih lusuh dan tangannya berkulit gelap.”

--------------------------------------------

“Untuk meraih ‘haji mabrur’ yang sejatinya merupakan sebuah babak baru pasca Arafah, dibutuhkan perjuangan tersendiri secara lahir dan batin, yang harus dibangun dan dijaga kesinambungannya dari waktu ke waktu hingga waktu kepulangan yang sebenarnya kelak yaitu mati. Perjuangan yang diwujudkan dalam bentuk pengkhidmatan ini, tidak saja didedikasikan kepada Allah dan Rasulullah saja, tetapi juga kepada sesama makhluk Allah di muka bumi ini. Oleh karenanya, kemabruran haji tidak hanya diukur dari meningkatnya ibadah ritual kita kepada Allah, tetapi juga pada meningkatnya ibadah sosial kita kepada sesama makhluk Allah.” 

------------------------------------------------ 

 

 

 


 


52 Comments
sepasangmatabola wrote on May 14
Bravo, mbak Ratna, tulisannya bagus dan insya Allah sangat berguna... Salam kenal!
mmamir38 wrote on May 14
tetapi juga pada meningkatnya ibadah sosial kita kepada sesama makhluk Allah.
Betul sekali.
bundakirana wrote on May 14
gak sabar nunggu bukunya:)
self publishing aja..kalo mmg Mba Ratna punya energi.. tapi kalo sibuk sih, ya mendingan via penerbit..meski keuntungannya (relatif) kecil.
ibutio wrote on May 14
saya tunggu juga ya....
imazahra wrote on May 14
Mbaaaaaaa, coba ditawarkan ke Teh Pipiet Senja penerbit Zikrul Hakim, lagi cari naskah2 gini kok :-p
Ku PM ya no HP si teteh :-p
bininiet wrote on May 15
oh.. mbak ratna teh penulis juga tokh...
nellylesky wrote on May 15
wah Ibu,
Ibu hebat sekali..
boleh saya belajar, Bu?
cambai wrote on May 15
ayo mbak... diselesaiin... dian tunggu ya di toko buku, bukunya..^_^....
ratnajanuarita wrote on May 15
Bravo, mbak Ratna, tulisannya bagus dan insya Allah sangat berguna... Salam kenal!
matur nuwun supportnya mbak ... nulisnya masih amburadul sih sebetulnya, tapi nekad aja :-D
ratnajanuarita wrote on May 15
Betul sekali.
tapi gak gampang lho pak'e ...
ratnajanuarita wrote on May 15
gak sabar nunggu bukunya:)
self publishing aja..kalo mmg Mba Ratna punya energi.. tapi kalo sibuk sih, ya mendingan via penerbit..meski keuntungannya (relatif) kecil.
belum tau din ... masih lihat2 dulu ... apa ada yang mau baca tulisan mbak ya? modal nekad aja cukup gak ya hehehe ... :-DDD
ratnajanuarita wrote on May 15
ibutio said
saya tunggu juga ya....
doain ya neng ...
ratnajanuarita wrote on May 15
Mbaaaaaaa, coba ditawarkan ke Teh Pipiet Senja penerbit Zikrul Hakim, lagi cari naskah2 gini kok :-p
Ku PM ya no HP si teteh :-p
mana pm-nya nduk ... kayaknya sudah 2x deh ima bilang pm tapi gak ada ... jangan2 pm-mu ada masalah nduk ... ketlingsut di jagad cyber?

2 b frank, mbak maju-mundur ... gak pede :-( soale sebetulnya isinya mah kampungan banged hihihi :-)
ratnajanuarita wrote on May 15
oh.. mbak ratna teh penulis juga tokh...
penulis blog ajah neng niniet nu geulis ...

doain aja biar jadi penulis beneran :-) selama ini cuma nulis paper/makalah/jurnal/buku akademik aja.
andhiny wrote on May 15
Masya Allah.. bikin mrinding dan pikir panjang lho mbak..Ditunggu tulisan lengkapnya, mbak Ratna...:-)
ratnajanuarita wrote on May 15
wah Ibu,
Ibu hebat sekali..
boleh saya belajar, Bu?
belajar apa mbak nelly? waduh ... keluyuran di cyberworld kan sudah belajar nduk :-)
mbak sedang belajar nulis sesuatu yang bukan kerjaan kampus ... ternyata susah banget ... hampir habis semangatnya ... :-)
ratnajanuarita wrote on May 15
cambai said
ayo mbak... diselesaiin... dian tunggu ya di toko buku, bukunya..^_^....
makasih ya dian ... doain aja ... biar mbak tetap semangat ...

draft awal banget sih sudah jadi sejak nov'07 ... tapi terus mbak edarin dulu ke beberapa orang untuk dibaca dan dikasih komen ... nah setelah menghimpun semua masukan ... bongkar-pasang ... ya metamorfosa-nya selesai februari lalu ... tapi terus didiemin aja keburu sibuk ini-itu ... eh kemarin ketemu penerbit yang baru nerbitin buku gurunya mbak ... yo wes ngobrol2 dan sekarang sedang dibaca ... tapi kalo sampe tidak layak ... ya sudah ... nekad aja nerbitin sendiri :-D
ratnajanuarita wrote on May 15
andhiny said
Masya Allah.. bikin mrinding dan pikir panjang lho mbak..Ditunggu tulisan lengkapnya, mbak Ratna...:-)
doakan ya mbak weny ... mudah2an ada yang mau nerbitin :-) otherwise, self-publishing :-)
jegesjewelry wrote on May 15
hallo Ratna... bagus sekali.... aku tunggu bukunya ya...
seputarwida wrote on May 15
mb ratna, draftnya aja udah bagus apalagi bukunya..Masya Allah...
semoga cepat diterbitkan ya mbak...ayo semangat !!!
karelkemal wrote on May 15
wah ini mah BEST SELLER deeeehhhh..... jgn lupa ada English Version nya yah bu.... cepetan yaaaa.....
*deg2an udah pengen genggam bukunya ditangan dan banggain kalo penulis topnya is my dear friend* :-)
abangjebat wrote on May 15
ADA DIJUAL DI MALAYSIA KE?
ratnajanuarita wrote on May 15
hallo Ratna... bagus sekali.... aku tunggu bukunya ya...
apa kabar nilma ... doakan aja ya ... soalnya lagi gak pede banget nih :-D
ratnajanuarita wrote on May 15
mb ratna, draftnya aja udah bagus apalagi bukunya..Masya Allah...
semoga cepat diterbitkan ya mbak...ayo semangat !!!
doakan ya mbak wida ... mudah2an ada yang mau nerbitin ato nekad nerbitin sendiri :-)

semangat!!!
ratnajanuarita wrote on May 15
wah ini mah BEST SELLER deeeehhhh..... jgn lupa ada English Version nya yah bu.... cepetan yaaaa.....
*deg2an udah pengen genggam bukunya ditangan dan banggain kalo penulis topnya is my dear friend* :-)
wadhoh ... ibu ratih ... belum juga ada yang berminat nerbitin ... sudah order english vers hihi ... versi ini mah bagian ratih aja ya :-)

matur nuwun untuk supportnya tih ... sangat berarti untuk aku yang sedang dilanda gak pede hehe ... lagi ngumpulin pede buat bekal nekad ... kalo sampe gak ada juga yang mau ... ya apa boleh buat, mesti modal sendiri dulu kali ya?
ratnajanuarita wrote on May 15
ADA DIJUAL DI MALAYSIA KE?
insya Allah kalo sudah diterbitkan ya bang ... :-) doanya semoga Allah segerakan :-)
nellylesky wrote on May 15
belajar apa mbak nelly? waduh ... keluyuran di cyberworld kan sudah belajar nduk :-)
mbak sedang belajar nulis sesuatu yang bukan kerjaan kampus ... ternyata susah banget ... hampir habis semangatnya ... :-)
Tetap semangat ya Bu... :)
Saya juga mau belajar nulis, tapi ya itu kadang suka putus ditengah jalan, karena sudah keabisan ide dan tulisannya malah gak mutu :)
Bagi-bagi pengalamannya dan tipsnya, Bu :)
miekehafidz wrote on May 15, edited on May 15
wah...mbak ratna, berurai air mata aku membaca draft tulisannya (apalagi baca buku lengkapnya kl sdh terbit yah), doain moga bisa berkunjung ke rumah Allah ya mbak...., ayo mbak tetap semangat, aku dukung...., moga bisa terbit bukunya, diberi kemudahan dan kelancaran yah
ratnajanuarita wrote on May 15
Tetap semangat ya Bu... :)
Saya juga mau belajar nulis, tapi ya itu kadang suka putus ditengah jalan, karena sudah keabisan ide dan tulisannya malah gak mutu :)
Bagi-bagi pengalamannya dan tipsnya, Bu :)
jadikan menulis sebagai terapi ngeluarin uneg2 aja nel ... nanti kan pasti tumbuh kecintaan yang menciptakan gaya kita sendiri ... kalo untuk menjadi penulis, dengan genre pop (bukan akademik kayak kalo kita buat assignments) ... nah ini ilmu baru juga buat mbak :-) ... yang pasti usaha belajar mbak, dengan cara meminta banyak orang dengan keahliannya masing2 (terutama yang ngerti teknik menulis) untuk baca draft naskah kita. pasti akan ada beragam komentar, kritk, dan masukan. nah semua itu mbak tampung ... terus mbak mulai baca2 reerensi (internet dan buku) tentang cara menulis ... sampe stphen hawking on writing aja mbak baca hanya supaya tahu bagaimana sih para penulis best seller book s itu menuliskan gagasannya :-) bukunya pak hernowo dari mizan juga menarik, buku gola gong, dan ... mbak juga mulai memperhatikan cara penulis2 bagus merangkaikan kata dan kalimat saat mengungkapkan sesuatu.

bagi mbak, yang saat ini juga sedang sibuk dengan disertasi ... menulis buku ini menjadi hiburan kalo lagi bete dengan buku2 pendukung disertasi mbak ...

nah ... sekarang kita belajar sama2 ya nel ... pasti di luar buku2-nya lebih banyak dan bagus2 ... kalo mau lebih hemat, belajar via internet tentang menulis juga gak akan habis nel ... googling aja ya non,

all the best ya :-)
ratnajanuarita wrote on May 15
wah...mbak ratna, berurai air mata aku membaca draft tulisannya (apalagi baca buku lengkapnya kl sdh terbit yah), doain moga bisa berkunjung ke rumah Allah ya mbak...., ayo mbak tetap semangat, aku dukung...., moga bisa terbit bukunya, diberi kemudahan dan kelancaran yah
waduh mata saya jadi ikutan basah nih :-) jadi semangat lagi deh ... terima kasih doa dan supportnya ... syukran jazilan ...
thoni77 wrote on May 15, edited on May 15
Subhanallah Mbak !! Semoga terus bersemangat dalam menulis...untuk melahirkan karya yang bermanfaat bagi kita dan ummat. Ulama pernah menasehati kita; "ilmu laksana binatang buruan, maka ikat ilmumu agar tidak lepas. Ikatlah ilmu itu dengan menulis' .....
Kita dapat membaca Al Qur'an,menghafal dan menghatamkan juga mengamalkannya merupakan hasil kerja menulis dari para sahabat Nabi SAW, setelah izin dari Allah SWT tentunya. Demikian pula terkait dengan hadits, ilmu fiqh, ilmu hayati, ilmu berhitung,dan berbagai ilmu.....termasuk ilmu tentang kehidupan yg kita sehari-hari berinteraksi dengannya. Catatan-catatan tsb juga merupakan ilmu yg bisa kita bagi dan insya Allah juga akan bermanfaat bagi diri kita sebagai sarana instrospeksi, evaluasi, dan penghayatan dari setiap event kehidupan yg kita lalui yang memang Allah menciptakan segala sesuatu tiada pernah sia-sia, termasuk event-event dalam hidup ini.
Insya Allah segala ilmu yg dapat mendatangkan rasa takut kepada Allah adalah ilmu yang bermanfaat, tidak hanya di dunia ini saja :)

Fastabiqul khairoot !!!

http://thoni77.multiply.com/photos/album/7/LABBAIK_ALLAAHUMMA_LABBAIK#19
ratnajanuarita wrote on May 15
thoni77 said
Subhanallah Mbak !! Semoga terus bersemangat dalam menulis...untuk melahirkan karya yang bermanfaat bagi kita dan ummat. Ulama pernah menasehati kita; "ilmu laksana binatang buruan, maka ikat ilmumu agar tidak lepas. Ikatlah ilmu itu dengan menulis' .....
Kita dapat membaca Al Qur'an,menghafal dan menghatamkan juga mengamalkannya merupakan hasil kerja menulis dari para sahabat Nabi SAW, setelah izin dari Allah SWT tentunya. Demikian pula terkait dengan hadits, ilmu fiqh, ilmu hayati, ilmu berhitung,dan berbagai ilmu.....termasuk ilmu tentang kehidupan yg kita sehari-hari berinteraksi dengannya. Catatan-catatan tsb juga merupakan ilmu yg bisa kita bagi dan insya Allah juga akan bermanfaat bagi diri kita sebagai sarana instrospeksi, evaluasi, dan penghayatan dari setiap event kehidupan yg kita lalui yang memang Allah menciptakan segala sesuatu tiada pernah sia-sia, termasuk event-event dalam hidup ini.
Insya Allah segala ilmu yg dapat mendatangkan rasa takut kepada Allah adalah ilmu yang bermanfaat, tidak hanya di dunia ini saja :)

Fastabiqul khairoot !!!

http://thoni77.multiply.com/photos/album/7/LABBAIK_ALLAAHUMMA_LABBAIK#19
aduuuh ... makasih banget untuk doa dan semangatnya mas thoni ...

betul sekali yang disampaikan mas thoni ... buku atau catatan2 kita insya Allah akan juga menjadi media komunikasi kita bahkan dengan generasi yang tidak akan semapt kita temui kelak ... paling tidak dengan buyut dan keturunannya kelak ... dengan membaca buku buyutnya ini ... mereka tahu bahwa buyutnya ini pernah melakukan perenungan2 dll ...

saya belajar dari karya2 para sahabat Nabi, perawi hadis, termasuk sufi legendaris imam ghazali yang karyanya dibaca semua madzhab dalam islam ... saya tidak/belum membaca semua karya itu tetapi mencermati bahwa betapa karya2 tersebut mengalir terus sepanjang masa ...

insya Allah ... setiap kebaikan akan Allah bukakan pintu2nya :-)

semangat!!!
nellylesky wrote on May 15
jadikan menulis sebagai terapi ngeluarin uneg2 aja nel ... nanti kan pasti tumbuh kecintaan yang menciptakan gaya kita sendiri ... kalo untuk menjadi penulis, dengan genre pop (bukan akademik kayak kalo kita buat assignments) ... nah ini ilmu baru juga buat mbak :-) ... yang pasti usaha belajar mbak, dengan cara meminta banyak orang dengan keahliannya masing2 (terutama yang ngerti teknik menulis) untuk baca draft naskah kita. pasti akan ada beragam komentar, kritk, dan masukan. nah semua itu mbak tampung ... terus mbak mulai baca2 reerensi (internet dan buku) tentang cara menulis ... sampe stphen hawking on writing aja mbak baca hanya supaya tahu bagaimana sih para penulis best seller book s itu menuliskan gagasannya :-) bukunya pak hernowo dari mizan juga menarik, buku gola gong, dan ... mbak juga mulai memperhatikan cara penulis2 bagus merangkaikan kata dan kalimat saat mengungkapkan sesuatu.

bagi mbak, yang saat ini juga sedang sibuk dengan disertasi ... menulis buku ini menjadi hiburan kalo lagi bete dengan buku2 pendukung disertasi mbak ...

nah ... sekarang kita belajar sama2 ya nel ... pasti di luar buku2-nya lebih banyak dan bagus2 ... kalo mau lebih hemat, belajar via internet tentang menulis juga gak akan habis nel ... googling aja ya non,

all the best ya :-)
ma kasih Mbak Ratna...
sukses selalu dengan disertasi ya Mbak...
panggil saya nel, lebih mengesankan;)
Insya Allah kalau pulang ke Indo, mampir ke Bandung, mudah-mudahan Mbak masih inget :)
udoyamin wrote on May 16
wah bagus tuh, udo dukung, smoga cepat terbit..., membaca tulisan ini, mengingatkan perjalanan udo menunaikan ibadah haji enam tahun yang lalu
ratnajanuarita wrote on May 16
wah bagus tuh, udo dukung, smoga cepat terbit..., membaca tulisan ini, mengingatkan perjalanan udo menunaikan ibadah haji enam tahun yang lalu
makasih udo ... mudah2an ada yang mau nerbitin :-) wah kalo enam tahin lalu sekitar 2002 ya? masih ada sumur zam2 ... background jurnal saya ini juga saya ambil januari-februari 2004 saat haji ... sekarang pemandangannya sudah tidak seperti ini lagi :-(

doanya ya udo :-)
nenyrjl wrote on May 17
kalo sudah terbit jangan lupa kabari kami ya bunda..
nunungzulanwar wrote on May 17
Bagus Ta...
Aku setuju ... yang paling berat adalah menggapai mabrur-nya. Untuk menjadi mabrur, banyak sekali ujian-ujian yang kerap kita hadapi dan tentunya kali ini sudah seharusnya kita lebih bijak, lebih pandai menata hati, lebih dapat berpikir positif pada-Nya dan harus pandai-pandai mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang datang menghampiri kita. Ibadah juga harus seimbang baik yang vertikal maupun yang horizontal. Aku setuju. Teruskan nulisnya. Aku yakin, bagi yang pernah pergi haji pasti akan terpanggil untuk mengunjungi kembali rumah-Nya, bagi yang belum haji pasti akan menambah semangat padanya untuk berhaji ke Baitullah. Kabari jika sudah terbit.
ratnajanuarita wrote on May 17
nenyrjl said
kalo sudah terbit jangan lupa kabari kami ya bunda..
insya Allah akan dimuat teks proklamasinya di sini hehe ... tapi saat ini masih stagnan di persimpangan jalan :-( ... mohon doanya ya mbak nen ...
ratnajanuarita wrote on May 17
Bagus Ta...
Aku setuju ... yang paling berat adalah menggapai mabrur-nya. Untuk menjadi mabrur, banyak sekali ujian-ujian yang kerap kita hadapi dan tentunya kali ini sudah seharusnya kita lebih bijak, lebih pandai menata hati, lebih dapat berpikir positif pada-Nya dan harus pandai-pandai mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang datang menghampiri kita. Ibadah juga harus seimbang baik yang vertikal maupun yang horizontal. Aku setuju. Teruskan nulisnya. Aku yakin, bagi yang pernah pergi haji pasti akan terpanggil untuk mengunjungi kembali rumah-Nya, bagi yang belum haji pasti akan menambah semangat padanya untuk berhaji ke Baitullah. Kabari jika sudah terbit.
Doain aja ya nung ... sekarang juga sambil pahibut ku disertasi hehehe ... dasar kemaruk pisan sohibmu ini ... sagala hoyong dicabak :-DDDD
darmawayang wrote on May 24
mbak apa bukunya udah terbiy blm???? tampaknya cukup menarik tu di baca tu....!
ratnajanuarita wrote on May 24
mbak apa bukunya udah terbiy blm???? tampaknya cukup menarik tu di baca tu....!
belum kang darma ... sedang di persimpangan jalan: diterbitkan publisher atau self-publish :-)
darmawayang wrote on May 24
oo blm....klu menurt saya knp tidak di publisher...... saja..
kl blh tau sudah pernah coba di tawarkan ke berbagai penerbit blm ?
irfanwanda wrote on May 25
subhanallah..bukunya terasa sekali ditulis dari hati, menyentuh :) kalau sudah diterbitkan, tolong kasi tau ya mba :)
ratnajanuarita wrote on May 26
oo blm....klu menurt saya knp tidak di publisher...... saja..
kl blh tau sudah pernah coba di tawarkan ke berbagai penerbit blm ?
pernah ditawarkan ke penerbit besar tahun lalu ... mereka belum bersedia dengan beberapa alasan terutama berkaitan dengan gaya penulisan ... lalu saya coba benahi dengan belajar cara menulis untuk tulisan non-akademik. maklum saya memang belum pernah menulis karya di luar bidang keilmuan saya. juga saya minta seorang editor senior di penerbit besar untuk membacanya ... semata-mata untuk memperoleh masukan ... beberapa orang juga saya minta untuk membaca ... dan memberikan kritik dan masukan untuk berbagai aspek ... nah saat ini saya sedang meyakinkan diri ... naskah ini mau diapain :-)
ratnajanuarita wrote on May 26
subhanallah..bukunya terasa sekali ditulis dari hati, menyentuh :) kalau sudah diterbitkan, tolong kasi tau ya mba :)
alhamdulillah ... semoga ada penerbit yang mau menerima manuskrip sederhana ini ... insya Allah nanti diposting di sini apabila sudah launch :-) mohon doanya :-)
uniquepoenya wrote on Jun 11
Mba gimana bukunya.. Udah mo dipublish??.. InsyaAllah kl dah ada di toko buku, Uniq termasuk yg akan membelinya. >:D
ratnajanuarita wrote on Jun 11
Mba gimana bukunya.. Udah mo dipublish??.. InsyaAllah kl dah ada di toko buku, Uniq termasuk yg akan membelinya. >:D
waduh ... terima kasih ... jadi semangat nih :-) untuk sementara masih saya pending dulu karena saya harus fokus untuk ujian proposal penelitian untuk disertasi saya tgl 20 ini ... mohon doanya agar ujiannya lancar dan bisa beralih ke finalisasi buku ini :-) saat ini juga sedang ada beberapa orang yang membaca naskah lengkapnya untuk diberikan komen sebelum diterbitkan :-)
uniquepoenya wrote on Jun 11
waduh ... terima kasih ... jadi semangat nih :-) untuk sementara masih saya pending dulu karena saya harus fokus untuk ujian proposal penelitian untuk disertasi saya tgl 20 ini ... mohon doanya agar ujiannya lancar dan bisa beralih ke finalisasi buku ini :-) saat ini juga sedang ada beberapa orang yang membaca naskah lengkapnya untuk diberikan komen sebelum diterbitkan :-)
Smg ujiannya lancar dan diberi kemudahan oleh Allah... Amin
ratnajanuarita wrote on Jun 28
Smg ujiannya lancar dan diberi kemudahan oleh Allah... Amin
alhamdulillah doanya mba uniq dikabulkan Allah ... terima kasih ya ... alhamdulillah sidang berjalan lancar dan mudah dalam menjelaskan jawaban dan argumen :-) dapat nilainya pun terbaik :-)
uniquepoenya wrote on Jun 29
Alhamdulillah.. Barakallahu mba... Senang banget lho mba dengar berita ini.. :)
*Peyuk mba ratna*
ratnajanuarita wrote on Jun 30
Alhamdulillah.. Barakallahu mba... Senang banget lho mba dengar berita ini.. :)
*Peyuk mba ratna*
*peluk erat juga* ... bahagia sekali banyak yang mendoakan ... alhamdulillah ...
jandra22 wrote on Jul 29
Seelamat atas akan terbitny abuku yang indah dan penuh makna ini. Selamat menghasilkan karya-karya bermutu mbak. Saya tunggu di pasaran ya? *jadi nggak sabar nih pengen segera baca versi lengkapnya aja*
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help